Jakarta – Korban terorisme sebagai pihak yang mengalami kerugian dari aksi terorisme perlu mendapat perhatian lebih. Mengenang hal tersebut, BNPT selaku salah satu stakeholder yang menangani penanggulangan terorisme dalam acara yang diselenggarakan UNODC hadir pada Hari Internasional Mengenang dan Menghormati Korban Terorisme (International Day of Remembrance of and Tribute to the Victims of Terrorism).

Peringatan Hari Internasional Mengenang dan Menghormati Korban Terorisme tersebut diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (21/8). Pada kesempatan kali ini, mewakili Kepala BNPT, Deputi Bidang Kerjasama Internasional, Irjen Pol. Drs. Hamidin mendapatkan kehormatan memberikan sambutan. Peringatan Hari Internasional Mengenang dan Menghormati Korban Terorisme ini dihadiri sekitar 30 peserta dari kalangan Pemerintahan, Korps Diplomatik, anggota badan – badan PBB, serta organisasi korban terorisme.

Dalam sambutannya, Irjen Pol. Drs. Hamidin menyampaikan apresiasi atas penetapan Hari Internasional yang ditujukan bagi korban terorisme. Hari Internasional tersebut menggambarkan perhatian dan mengenang korban terorisme, termasuk di dalamnya ialah hak-hak dan pemulihan para korban. Disampaikan pula bahwa Indonesia melalui Undang – Undang No. 5 Tahun 2018 sangat memperhatikan kepentingan para korban aksi terorisme dengan memberikan bantuan medis, rehabilitasi psikososial dan psikologi, serta kompensasi.

Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT tersebut juga menayangkan video kegiatan BNPT “Silaturahmi Kebangsaan”. Kegiatan yang mempertemukan mantan narapidana teroris dengan korban aksi terorisme tersebut telah diselenggarakan pada bulan Februari lalu. Kegiatan ini menunjukkan dukungan dan perhatian BNPT kepada penyintas dan mantan napiter. Video kegiatan tersebut pun menerima sambutan positif dari para hadirin.

Peringatan Hari Internasional Mengenang dan Menghormati Korban Terorisme merupakan kegiatan yang pertama kali diadakan di seluruh dunia oleh PBB. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Resolusi Sidang Umum PBB nomor 72/165 bulan Juli 2018 yang menentukan tanggal 21 Agustus sebagai Hari Internasional Mengenang dan Menghormati Korban Terorisme. Tujuan penentuan hari tersebut adalah untuk menghormati dan mendukung para korban dan penyintas dari aksi terorisme serta untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia para korban dan penyintas.

Pada kesempatan ini Mr. Collie F Brown, Country Manager UNODC, bertindak sebagai tuan rumah dan Kepala LPSK Indonesia yang juga turut hadir memberikan sambutan. Hal yang disampaikan Kepala LPSK antara lain apresiasi terhadap penetapan Hari Internasional Mengenang dan Menghormati Korban Terorisme, serta upaya yang telah dilakukan LPSK dalam penanganan korban terorisme. Turut disampaikan, bahwa hingga saat ini LPSK telah menangani 94 korban terorisme di Indonesia melalui pemberian bantuan medis, rehabilitasi psikososial, rehabilitasi psikologi, dan pemberian kompensasi.