Jakarta – BNPT kembali menggelar perlombaan dengan melibatkan lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam penanggulangan terorisme pada ajang Anugerah Indonesia Damai. Menginjak penyelenggaraan di tahun ke-2, Anugerah Indonesia Damai mencapai puncaknya untuk mengumumkan pemenang.

Bertempat di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, malam apresiasi digelar sejak Kamis (29/11) sore. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BNPT yakni Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius S.H. M.H., Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Brigjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, serta Inspektur BNPT, Kepala Biro Umum BNPT, dan Direktur Pencegahan BNPT.

Anugerah Indonesia Damai yang mengusung tema “Menjadi Indonesia” memiliki 3 cabang lomba yaitu Lomba Karya Tulis Naskah Dakwah bagi penyuluh lintas agama, Lomba Karya Jurnalistik bagi awak media dan pers mahasiswa, serta Lomba Video Pendek bagi siswa SMA/Sederajat. Pada malam ini hadir 30 finalis yang berhasil masuk 10 besar di tiap kategori lomba.

Mengawali kegiatan, agenda Malam Anugerah Indonesia Damai memasuki Audiensi dengan 30 Finalis lomba dan 15 Narasumber serta Konferensi Pers dengan awak media. Dalam agenda Audiensi dan Konferensi Pers Kepala BNPT hadir memberikan kata pengantar di Ballroom Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam konferensi pers Kepala BNPT menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keikutsertaan elemen masyarakat dalam upaya pencegahan terorisme. Komjen Pol. Suhardi Alius berharap hal ini dapat menjadi embrio perkembangan penanggulangan terorisme yang lebih baik.

“Selamat bagi para finalis yang berhasil menyisihkan ratusan peserta lainnya. Keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat ini agar menjadi embrio perkembangan upaya-upaya penanggulangan terorisme yang kreatif dan inovatif,” ujar mantan Sestama Lemhannas.

Sebelum memasuki pengumuman pemenang tiap lomba, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Dr. Andi Intang Dulung M.HI menyampaikan laporan ketua panitia. Dalam sambutannya beliau mengatakan adanya peningkatan keterlibatan masyarakat. Hal ini dicapai dengan menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 Provinsi se-Indonesia.

“Selama setahun penuh, jumlah masyarakat yang berhasil dilibatkan mencapai 31.351 orang. Melalui dialog, pelatihan, diseminasi dan penelitian mereka memahami bahaya terorisme, pemetaan perkembangan terorisme serta tips mencegah paparan dan ajakan radikal terorisme,” ujar Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat.

Daftar Pemenang Lomba Karya Tulis Naskah Dakwah “Dakwah Ayat-Ayat Damai” 2018
Juara Harapan
1. Asep Jaelani – Penyuluh Agama asal Jawa Barat “Islam Vs. Terorisme”;
2. Ilham Latif – Penyuluh Agama asal Sulawesi Selatan “Makna Jihad Dalam Perspektif Islam”;
3. Wiwin – Penyuluh Agama asal Jawa Barat “Tauhid Sebagai Landasan Toleran Dalam Kehidupan”;
Juara
1. Rofi’udin – Penyuluh Agama asal Jawa Timur “Setitik Darah Di Kertas Putih”;
2. Azizah Herawati – Penyuluh Agama asal Jawa Tengah “Menjaga Ektremisme Dengan PPK”;
3. Abdul Gafur – Penyuluh Agama asal Riau “Hidup Rukun Dalam Kebhinnekaan”.

Daftar Pemenang Lomba Karya Jurnalistik BNPT 2018
Juara Harapan
1. Perlawanan Sang Mantan Komandan – Wakoz Reza Gautama – Tribun Lampung
2. Ngobrol Bareng Mantan Kombatan dan Narapidana Terorisme tentang ke-Indonesia-an – Mochammad As’ad – Warta Bromo
3. Agar Virus Radikalisme Tak Mewabah di Balik Jeruji Penjara – Zainul Arifin – www.liputan6.com
Juara
1. Keluarga Membuat Eks Napiter JI Insyaf – Erik Purnama Putra – Republika;
2. Metamorfosis Stigma Teroris, dari Baju Gamis ke Rambut Klimis – M. Amir Tedjo Sukmono – www.ngopibareng.id
3. Ngaji Filsafat Biar Tak Sesat – Anang Zakaria – www.beritagar.id

Daftar Pemenang Lomba Video Pendek
Cerita Terbaik:
1. Seperadik – SMAN Pangkal Pinang, Bangka Belitung;
2. Garuda – SMA Islam Kebumen, Lampung;
3. Sedia – SMAN Modal Bangsa, Aceh;
Viewers terbanyak :
1. Yang Terkikis – SMA Muhammadiyah Bangkinang Kota, Riau.
Video terbaik:
1. Juang – SMAN 1 Tegalombo Pacitan, Jawa Timur;
2. Denotatif – SMAK Yos Sudarso, Kepulauan Riau
3. Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita “Terbakar” – SMK Pasim Plus Sukabumi, Jawa Barat

Usai pengumuman hasil lomba para pemenang menerima hadiah serta melakukan foto bersama dengan jajaran BNPT.

Ditemui usai acara Kepala BNPT mengaku takjub dengan peningkatan yang dicapai kegiatan Anugerah Indonesia Damai di tahun 2018. Hal ini meliputi animo peserta serta cabang lomba yang baru diadakan di tahun ini.

“Peningkatannya membanggakan sekali, jumlah peserta dan kualitas karya meningkat. Tahun ini ada cabang lomba pengemasan dakwah dengan judul “Ayat-Ayat Damai” ini diharapkan dapat membanjiri dunia maya dengan konten positif sarat akan kebinekaan dan kedamaian,” ujar Kepala BNPT.

Karya-karya yang diajukan pada Anugerah Indonesia Damai telah melalui proses penjurian. Penjurian menghadirkan tokoh-tokoh sebagai juri yang berkompeten di bidangnya seperti M. Amirullah (Kepala Seksi Penyuluh Agama Kementerian Agama RI), Mohammad Monib (Direktur Indonesian Conference on Religion and Peace), Sholehuddin (Direktur Daulah Bangsa), Taufik Hidayatullah (Peneliti di Indonesia Institute for Society Empowerment), Andi Intang Dulung (Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT) untuk bidang karya tulis naskah dakwah, Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Abdullah Alamudi (Pengajar Senior di Dr. Soetomo Press Institute), Dwidjo Utomo Maksum (Mantan Jurnalis Senior Tempo Media Group), Willy Pramudya (Anggota Majelis Etik AJI Indonesia) untuk lomba karya jurnalistik, dan Sutjiati Eka Tjandra (Produser di Samuan Film), Swastika Nohara (Penulis Skenario Film “Tiga Srikandi”), Ratrikala Bhre Aditya (Asisten Sutradara Film “Ada Apa Dengan Cinta”), Prisia Nasution (Aktris) dan Dyah Kusumawati (Praktisi Perfilman dari Kalbis Institute).