Tarakan – Direktorat Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengadakan apel kesiapsiagaan pasukan penanggulangan teror di wilayah Tarakan, Kalimantan Timur pada Kamis (10/8/17). Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan Brigjen. Pol. Drs. Torik Triyono, M.Si.

Satuan yang dilibatkan dalam apel kesiapsiagaan ini diantaranya Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim, Batalyon Infanteri Raider 613 / Raja Alam, Satuan Radar TNI AU, Satuan Polres Tarakan, Satuan Lantamal XIII Tarakan, Satuan Kodim Tarakan, Satuan Lanud Tarakan, dan Unsur Muspida Wilayah Tarakan.

Kegiatan kesiapsiagaan dan penanganan krisis ini ditujukan untuk mempersiapkan dan menyiagakan pasukan dengan kualifikasi anti teror yang baik untuk menghadapi ancaman terorisme. BNPT meyakini bahwa penanggulangan terorisme tidak cukup menjadi tugas TNI Polri saja, oleh karenanya pemerintah daerah sekalipun memiliki tanggung jawab dan otoritas dalam melindungi keamanan publik di wilayah tersebut.

Tarakan merupakan wilayah perbatasan NKRI yang juga berpotensi menjadi daerah rawan ancaman terorisme. “Pengalaman ada senjata masuk dari Filipina ke wilayah Indonesia melalui wilayah Kaltara juga, yang sekarang ada di wilayah Poso,” ujar Direktur Penindakan BNPT.

Usai melihat gelar pasukan dan gelar peralatan senjata, Direktur Penindakan mengapresiasi kesiapan wilayah Tarakan dalam menghadapi ancaman terorisme. Meskipun dengan keterbatasan, kegiatan ini tetap perlu dilaksanakan terutama di wilayah perbatasan dan untuk menjadi perhatian bersama bahwa “NKRI Harga Mati”.