Jakarta – Guna memaksimalkan upaya penanggulangan radikal terorisme yang menyeluruh dan menyentuh tiap aspek kehidupan bermasyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membangun sinergisitas dengan berbagai Kementerian dan Lembaga terkait secara intensif dan berkelanjutan sesuai tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Kali ini, BNPT menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai upaya bersama mendukung penguatan infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memerangi bahaya terorisme. Sinergisitas antar kedua instansi ini tertuang pada Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani langsung oleh Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. dan Menteri PUPR, Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (22/4). Kesepakatan Bersama ini dimaksud untuk membangun komitmen dan meningkatkan koordinasi terkait penanggulangan terorisme di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat sesuai tugas dan fungsi masing-masing instansi. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan sinergi dan keterpaduan antar lembaga serta meningkatkan peran aktif kedua instansi sesuai fungsi masing-masing dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

Prosesi Penandatangan MoU ini bertepatan dengan momen pembukaan orientasi CPNS Kementerian PUPR Formasi Tahun 2018 dan pelepasan bagi PNS Kementerian PUPR Formasi Tahun 2017. Orientasi ini diadakan dalam rangka mewujudkan aparatur Kementerian PUPR yang profesional dan memiliki integritas tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Prof.(R) Dr. Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati, M.T., memulai acara dengan menyampaikan laporan kegiatan kali ini, yaitu meliputi prosesi penandatanganan MoU antara BNPT dengan Kementerian PUPR dan dilanjutkan dengan pembekalan oleh Kepala BNPT mengenai Bahaya Radikalisme dan Terorisme kepada peserta kegiatan.

Menteri PUPR, Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., selanjutnya memberikan sambutan kepada seluruh peserta, “Orang PU ada tiga ciri khasnya, yang pertama mission oriented, yaitu tidak pulang sebelum mission accomplished. Kedua yaitu team work, tidak ada satu pun pekerjaan di PU yang dikerjakan sendiri, semua harus dikerjakan bersama-sama. Yang ketiga profesional. Profesional itu tahu apa yang menjadi tugasnya, apa yang dikerjakan.” ujar Menteri PUPR dalam memberikan amanah kepada CPNS PUPR yang hadir.

Di hadapan ribuan CPNS PUPR yang berasal dari berbagai formasi tugas, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. kemudian berkesempatan memberikan pembekalan terkait upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme. Kepala BNPT mengingatkan bahwa generasi muda di Kementerian PUPR ini akan menjadi calon pemimpin PUPR di masa depan sehingga perlu ada penguatan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme yang ditanam serta diaplikasikan di kehidupan mereka sehari-hari sehingga resisten terhadap ancaman bahaya radikalisme maupun terorisme yang saat ini mudah menyerang generasi muda karena unsur mudahnya akses terhadap informasi di era global ini.

Ditemui saat acara usai, Sekjen PUPR, Prof. (R) Dr. Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati, M.T., menyampaikan maksud dan tujuan mengundang Kepala BNPT untuk hadir memberikan pencerahan bagi CPNS Kementerian PUPR. “Kami merasa bahwa pemahaman dan pengetahuan mengenai bahaya terorisme itu sangat penting bagi generasi muda terutama di Kementerian PUPR yang tugasnya membangun infrastruktur. Jadi pemahaman itu harus masuk ke pikiran adik-adik yang kelak akan bekerja di PUPR.“ tuturnya. Selanjutnya, Sekjen PUPR juga berharap dengan ditandatanginya MoU ini, kerja sama dengan BNPT dapat menguat. “Dengan adanya MoU, semoga kerja sama kita semakin kuat tidak hanya mencakup membantu dalam aspek pencegahan tetapi juga hal-hal lain yang secara tidak langsung dapat membantu menanggulangi terorisme di Indonesia.” tutup Sekjen PUPR.

Pada saat yang sama, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kementerian PUPR sebenarnya sudah terjalin dengan baik selama ini, sehingga diharapkan kedepannya berlandaskan MoU ini, koordinasi antar kedua instansi menjadi semakin kuat dengan cakupan yang lebih luas lagi. “Sebenarnya MoU ini hanya formalitas saja, karena kami sudah banyak dibantu oleh PUPR dalam rangka mengidentifikasi dan memberikan treatment di hulu. Kita tahu masalah terorisme tidak hanya di hilir tapi juga ada masalah di hulu yang harus kita perhatikan. Sinergisitas yang kita bangun ini termasuk peranan PUPR yang sangat baik sekali,” imbuh Kepala BNPT.

Menutup kegiatan, Kepala BNPT menaruh harapan bagi para peserta terkait pembekalan yang telah disampaikan mengenai penguatan rasa kebangsaan dan nasionalisme di tengah tantangan bahaya radikalisme dan terorisme yang megancam ketahanan nasional. “Saya juga hadir untuk sharing mengenai bahaya radikalisme dan terorisme yang terjadi di Indonesia dan bagaimana mencari solusinya. Kita berharap banyak kepada mereka yang akan menjadi birokrat dan teknokrat yang akan mengawaki Indonesia masa depan, sehingga harus mengerti betul apa permasalahan dan tantangan di era kompetensi global ini. Jika tidak mampu memiliki daya tahan terhadap nilai-nilai yang tidak baik untuk negeri ini, bahaya! Oleh sebab itu, kita bekali pengetahuan yang cukup sehingga mereka dapat melakukan langkah-langkah pencegahan. BNPT siap membantu seluruh Kementerian dan Lembaga, tidak hanya PUPR, untuk menghadapi tantangan global. Kita berharap mereka dapat menjadi birokrat yang kredibel, karena merekalah masa depan Indonesia,” ujar Kepala BNPT menutup kegiatan hari ini.