Bogor – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menerima kunjungan dari peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri di Kantor BNPT Sentul, Kab. Bogor pada Jum’at pagi (16/08). Terselenggaranya kunjungan ini merupakan rangkaian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP) dalam program pendidikan Sespimti Polri Angkatan ke-28.

Selain untuk memahami lebih jauh tugas dan fungsi BNPT dalam penanggulangan terorisme, kunjungan ini diharapkan dapat memberikan tambahan data maupun informasi serta pengetahuan baru terkait dengan pergeseran pola dan perkembangan tindak pidana terorisme khususnya di Indonesia. Selain itu juga mempelajari bagaimana membangun sinergi lintas K/L dan instansi terkait.

Acara dibuka oleh Kasubbag TU Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Ahadi Wijayanto, S.E., M.M. dan dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh Widyaiswara Madya Sespimti atau pendamping Sespimti Polri yaitu Brigjen. Pol. Drs. Musa Ginting. Selanjutnya Pendamping Sespimti Polri menyampaikan rasa terimakasih kepada BNPT atas penerimaan kunjungan kali ini.

Sespimti dibuat demi meningkatkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan tingkat tinggi yang unggul dan berinteraksi di era demokrasi dan globalisasi, para peserta harus dapat menjadi mempromosikan keamanan dalam negeri dalam rangka mendukung pembangunan nasional. Kunjungan ini memotivasi peserta agar meningkatkan kemampuan interaksi sosial dan dialogis saat menghadapi maslah radikalisme dan terorisme. Hal ini juga akan memudahkan sebagai sarana untuk membina sinergi antara BNPT dan Polri.

“Ada beberapa poin yang perlu didapatkan terkait sikap dan tata nilai, keterampilan khusus, sehingga perlu untuk disampaikan pengarahan secara khusus terkait perkembangan terorisme dan bagaimana peran BNPT. Diharapkan dengan kunjungan ini, peserta didik Sespimti Polri mendapatkan informasI terkait permasalahan yang ada kaitannya dengan tugas-tugas Kepolisian, meningkatkan kemampuan dalam bidang interaksi sosial dan dialogis, dan juga sebagai sarana membangun sinergi Polisional antara Polri dengan instansi terkait salah satunya BNPT,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian paparan oleh Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Pol. Eddy Hartono, S.IK, M.H., yang menjelaskan secara komprehensif mengenai struktur organisasi, tugas dan fungsi BNPT, fenomena terorisme serta pola penanggulangan terorisme.

Brigjen. Pol. Drs. Musa Ginting kemudian berharap kedepannya BNPT dapat konsisten untuk melakukan sinergisitas penganggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan yang melibatkan tiap instansi Kementerian dan Lembaga.
.
“Setelah paparan, mereka akan menuangkan di tugas mereka jika mungkin ada solusi maupun ada masukan. Karena kedepannya, bisa saja salah satu dari mereka kelak menjadi Kepala BNPT sehingga sekarang ada gambaran kinerjanya bagaimana. Harapan kita BNPT semakin baik untuk mengoordinir semua fungsi yang terlibat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik indonesia ini. Jangan nantinya masing-masing instansi jalan sendiri-sendiri, ujung tombaknya harus BNPT,” ujar Brigjen. Pol. Drs. Musa Ginting.

Ditemui usai acara, Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Pol. Eddy Hartono, S.Ik, M.H., menyampaikan bahwa dengan kesempatan berkunjung ke BNPT, para peserta dapat memahami bahwa tugas BNPT tidaklah mudah, butuh sinergi antar mitra strategis seperti pemerintah daerah, swasta dan peran masyarakat demi mewujudkan penanggulangan terorisme yang lebih maksimal dan efisien.

“Tadi kami sudah menjelaskan secara singkat tugas BNPT baik dari pencegahan, kemudian tugas-tugas seperti mengoordinir aparat penegak hukum, pemulihan korban, juga kerja sama internasional. Ini akan menjadi konsep dan mereka akan membuat tulisan sesuai dengan tugas dan fungsi tadi. Mudah mudahan tugas BNPT ke depan semakin komprehensif dimana dalam penanggulangan terorisme ini harus dilakukan secara sistematis, terpadu, dan berkesinambungan sehingga penggulangan terorisme berjalan dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat,” tutup Direktur Penegakan Hukum BNPT.