Jakarta – Demi menanamkan jiwa nasionalisme dan mengetahui cara mengatasi bahaya radikalisme di lingkungan kampus, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H., diundang menjadi narasumber pada Kuliah Umum dalam kegiatan masa orientasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pancasila Jakarta.

Sebanyak 1800 mahasiswa baru mengikuti sesi kuliah umum Kepala BNPT di Gedung Serbaguna (GSG), Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin (27/8/2018) pagi. Mengawali kuliah umum ini Komjen Pol. Suhardi Alius kembali mengajak mahasiswa baru untuk mengingat perjuangan para pahlawan di masa lalu.

“Adik-adik sekalian kita ingat lagi perjuangan pahlawan kita dalam masa lalu, bagaimana memperjuangkan bangsa ini, kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa melanjutkan perjuangannya dengan menjadi pemimpin yang baik di masa depan, ” ucap Suhardi Alius.

Lebih lanjut, beliau juga mengatakan masalah yang dihadapi bangsa ini sudah tidak parsial, kini tersambung dan transparan sehingga akan berdampak bagi bangsa ini, untuk itu mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa wajib memiliki wawasan dan pengetahuan yang dibarengi dengan akhlak.

“Nah untuk itu mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus memiliki wawasan kebangsaan, dan juga dibarengi akhlak yang baik sebagai nilai kejujuran. Dan yang paling diingat itu adalah bertanggung jawab, “ucap Suhardi Alius.

Mantan Lemhannas RI mengatakan dengan adanya kuliah umum tentang bahaya radikalisme bertujuan untuk memberikan pembekalan dan pemahaman terkait radikalisme yang saat ini sasarannya adalah generasi muda.

“Hari ini saya mengisi kuliah umum di Universitas Pancasila, kemarin Itenas dan UI karena mahasiswa baru mereka adalah generasi penerus bangsa ini sehingga kita kasih pencerahan untuk bagaimana mengidentifikasi, memberikan peran menghidupkan bangsa ini di sekitarnya khususnya masalah radikalisme di lingkungan pendidikan, “ujar Kepala BNPT.

Tak hanya itu, alumni akpol 1985 ini juga mengatakan komunikasi yang baik antara dosen harus diterapkan dalam lingkungan kampus.

“Komunikasi yang baik antara dosen dan mahasiswa bisa menumbuhkan kepercayaan dan mudah memerangi radikalisme di kampus, ” tutup Suhardi Alius.