Diawali di Jatim, 195 Pelajar Dilatih Membuat Video

0
611

Surabaya – Kegiatan Pelibatan Pelajar dalam Pencegahan Terorisme melalui kemasan Lomba Video Pendek BNPT kembali dilaksanakan di tahun 2018. Sebagai agenda pembuka, sebanyak 195 pelajar setingkat SMA dan sederajat di Jawa Timur dilatih memproduksi video sebagai materi kontrapropaganda radikalisme dan terorisme.

Pelatihan Video Pendek BNPT 2018 di Jawa Timur dilaksanakan di Gedung PF Fakultas Kesehatan Universitas Surabaya, Kamis (15/3/2018).

“Sebagai pembuka kami hadirkan Ratrikala Bhre Aditya, sutradara muda dari Miles Film dan Mbak Ria Irawan, aktris dengan pengalaman panjang lebar di dunia perfilman nasional,” kata staf Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Fahrudin.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT,  Andi Intang Dulung, dalam sambutan pembukaan menyampaikan pelibatan pelajar merupakan langkah strategis di pencegahan terorisme.

“Teroris itu tidak ada yang tua, semuanya anak muda. Kalau sekarang mereka tua di penjara, ketika beraksi masih muda. Karena itu pencegahan sangat tepat dilakukan kepada anak-anak muda,” kata Andi Intang.

Dipilihnya video sebagai sarana, lanjut Andi Intang, karena kekuatan yang dimilikinya. Video disebutnya memiliki daya gugah dan pengaruh yang kuat untuk mencegah radikalisme dan terorisme tertanam di generasi muda.

“Alasan lainnya karena sekarang tidak ada anak muda yang tidak memikiki gadget, dan ini harus dimanfaatkan secara positif. Bagaimana caranya? Caranya bisa melalui membuat video positif dan menyebarkannya di media sosial,” tambah Andi Intang.

Terkait kehadiran sineas dan artis sebagai narasumber, mantan Kepala Seksi
Haji dan Umrah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara ini menyebut sebagai
tindak lanjut atas pilihan yang sama di pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
“Mereka ahlinya, makanya mereka terus kami libatkan. Dari mereka anak-anak
akan dilatih bagaimana membuat video yang baik dan benar dan
menyebarluaskannya melalui Youtube,” tandasnya.

Di akhir sambutan Andi Intang menyampaikan pesan dari Kepala BNPT, bahwa pencegahan radikalisme dan terorisme tidak bisa dilaksanakan oleh BNPT dan aparatur keamanan sendiri. Keterlibatan masyarakat, termasuk di dalamnya pelajar, adalah kekuatan agar terorisme tidak semakin menyebar dan mengakar. [shk/shk]