Banyuwangi – Peran serta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan terorisme menjadi sebuah kepentingan untuk menunjukkan kesadaran dan pertahanan bersama. Menyadari hal tersebut, Bank Mandiri sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya meningkatkan pengetahuan bahaya dan penanggulangan terorisme di jajaran Direksi. Hal ini dituangkan dalam acara Leadership Forum Bank Mandiri Tahun 2019.

Mengisi kegiatan tersebut, Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. memberikan paparan dengan tema Resonansi Kebangsaan dan Bahaya serta Pencegahan Paham Radikalisme. Kegiatan tahunan Bank Mandiri tersebut diselenggarakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kantor Bupati Banyuwangi, Banyuwangi pada Jumat (21/6) pagi.

Kegiatan yang diselenggarakan Bank Mandiri tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Bank Mandiri, serta Komisaris Bank Mandiri. Terdiri dari 150 jajaran direksi Bank Mandiri dan anak perusahaannya, tema yang diusung pada Leadership Forum Tahun 2019 adalah “Semangat Agility, Dalam Kolaborasi Satu Mandiri, Menjadi Yang Terbaik Untuk Negeri”. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh Banyuwangi yakni Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas serta Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo. Dalam sambutannya, Kartika sangat mengapresiasi kehadiran Kepala BNPT dalam Leadership Forum Mandiri ke-12. Direktur Utama Bank Mandiri juga memberikan apresiasi atas terobosan Kepala BNPT dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

“Kita harus sangat serius untuk bisa memahami dan mencegah paham radikalisme, tidak hanya di luar, tetapi juga di dalam Bank Mandiri. Sebagai bangsa kita harus memiliki persamaan pandangan untuk menjaga keutuhan NKRI”.

Acara dilanjutkan dengan sharing session resonansi kebangsaan oleh Kepala BNPT. Mengawali pemaparannya, Kepala BNPT menyampaikan bahwa degradasi moral bangsa dewasa ini disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi. Kurangnya filter dan kemampuan berfikir kritis masyarakat terhadap hoax dan hate speech di sosial media memupuk intoleransi yang berujung pada infiltrasi paham radikal terorisme.

Kepala BNPT mengingatkan peserta Foum Leadership Mandiri untuk terus waspada terhadap infiltrasi dan perekrutan oleh kelompok radikal terorisme terutama di lingkungan kerja Mandiri. Sebagai salah satu BUMN terbesar di Indonesia, Bank Mandiri perlu melakukan seleksi terhadap sumber daya manusia yang menjalankan roda bisnis Mandiri.

“Terorisme merupakan ancaman yang nyata, kalau bisa diibaratkan terorisme bukanlah hisapan jempol belaka bahkan sudah terjadi di negara kita. Oleh karena itu saya berharap kepada Bapak dan Ibu sekalian untuk dapat melihat dengan baik,” ucap Suhardi Alius.

Ditemui usai paparan di acara Bank Mandiri, Bupati Banyuwangi mengaku terkesan dengan paparan Kepala BNPT. Hal ini dikarenakan paparan menyeluruh yang diberikan Kepala BNPT telah memberikan informasi baru bagi para pemimpin daerah.

“Saya terharu di beberapa titik (paparan), menyaksikan pendekatan kemanusiaan yang sangat ‘kena’. Saya rasa paparan seperti ini perlu diketahui pimpinan daerah lainnya, untuk mengetahui bahaya dan penanggulangan radikalisme,” ujar Bupati Banyuwangi.