Jakarta – Demi membangkitkan rasa nasionalisme melalui konten positif di kalangan sineas-sineas muda, Eagle Institute Indonesia bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar ajang “Eagle Award Documentary Competition (EADC) 2018” dengan mengusung tema “Menjadi Indonesia”.

Eagle Award Documentary 2018 merupakan program yang memadukan beasiswa, pendidikan, dokumenter, produksi yang diperuntukan untuk sineas-sineas muda. Selain itu juga merupakan wujud komitmen Metro TV untuk senantiasa berpartisipasi dalam membangun pertumbuhan film dokumenter.

Pada hari ini Rabu (15/8/2018) pagi, Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M. H.,  hadir meresmikan pembukaan EADC 2018 di Ruang Rapat Besar Lobby 3, Media Indonesia Jakarta Barat. Dalam kesempatan ini Kepala BNPT mengatakan dengan diadakannya festival dokumenter dapat membangkitkan kembali semangat nasionalisme di kalangan generasi muda serta juga dapat menyebarkan perdamaian di era digital.

“Eagle Award Documentary Competition 2018 cara kita menggugah anak bangsa ini menjadi cinta bangsa Indonesia kembali. Bahwa belakangan ini masalah nasionalisme tereduksi teknologi informasi digital yang luar biasa. Sehingga dengan kegiatan ini kita bisa mencerahkan bangsa dengan mengexplorasi kebhinekaannya dari seluruh tanah air, ” ujar Suhardi Alius.

Lebih lanjut, alumni Akpol 1985 mengaku alasan memilih film dokumenter tahun ini yang dikompetisikan karena dokumenter dinilai paling mudah dicerna oleh semua orang khusunya generasi muda.

“Dokumenter ini juga menjadi penyebaran konten perdamaian oleh sineas-sineas muda kepada generasi muda yang rentan menjadi sasaran radikalisme dan terorisme, “ucap Suhardi Alius.

EADC ini merupakan program kerjasama BNPT dengan Eagle Institute di tahun 2018, dengan melaksanakan kompetensi film dokumenter bagi sineas-sineas muda untuk penyebaran konten perdamaian. Sebelumnya BNPT dan Metro TV telah melakukan kerjasama di tahun sebelumnya melalui festival video pendek yang diikuti oleh anak SMA di Indonesia. Tema yang diusungkan ialah   Tahun 2016 lalu mengusung tema “Kita Boleh Beda”, selanjutnya di tahun 2017 dengan tema “Di Bawah Sang Merah Putih”, nanti juga di tahun ini 2018 mengusung tema “Menjadi Indonesia”.

Suhardi Alius berharap dengan digelarnya kompetisi ini dapat menumbuhkan kecintaan tanah air generasi muda dan menyebarkan pesan perdamaian kepada seluruh Indonesia.

“Kompetisi ini sangat signifikan ditengah arus globalisasi dan informasi luar biasa dan sasarannya adalah generasi muda. Saya berharap mudah-mudahan kita mendapatkan suatu hasil yang baik dan kedepannya bisa disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, ” tutup Kepala BNPT.

Setelah meresmikan kegiatan ini, dilanjutkan dengan memasuki tahapan Workshop Master Class EADC 2018 dengan peserta terpilih selama 2 hari 15-16 Agustus 2018. Selain itu dihadiri juga pembicara dari Director of Dokumenter India,  Supriyo Sen sebagai pembicara.