Halim Perdanakusuma, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., hadir untuk memberikan pembekalan kepada prajurit Korps Pasukan Khusus TNI AU (Korpaskhas) mengenai bahaya terorisme dan radikalisme di Aula Batalyon Komando 467 , Wing 1, Paskhas TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta (8/04). Acara dihadiri oleh pejabat BNPT serta pejabat di lingkungan TNI Angkatan Udara khususnya Korpaskhas.

Sebagai bagian integral dari TNI, khususnya TNI AU, Prajurit Korpaskhas harus memahami bahaya dan ancaman teror dan radikal yang sangat luas dimensinya. Dengan pembekalan dari Kepala BNPT, diharapkan keseluruhan anggota Korpaskhas dapat lebih memahami tanggung jawab dan perannya masing-masing, tidak terbatas pada level pimpinan saja.

Kegiatan kali ini diawali dengan pemberian sambutan oleh Komandan Korpaskhas TNI AU, Marsda TNI Eris Widodo Yuliastono, S.E., M.Tr. (Han). Dalam sambutannya, Komandan Korpaskhas menyampaikan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya bermanfaat sebagai sarana pembelajaran bagi prajurit Korpaskhas namun juga dapat mempererat silaturahmi antara Korpaskhas dengan BNPT. “Ini adalah bukti adanya jalinan kerja sama yang baik, harapannya dapat ditingkatkan dengan kegiatan yang lain.” ungkap Dankorpaskhas.

Selanjutnya, Marsda TNI Eris Widodo Yuliastono, S.E., M.Tr.(Han) mengungkapkan bahwa pembekalan dari Kepala BNPT khususnya mengenai dinamika globalisasi saat ini dapat menjadi acuan para peserta sehingga memiliki pertimbangan yang tepat dalam tiap tindakan yang akan diambil di lapangan. Diharapkan prajurit Korpaskhas dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi secara positif dalam mengemban tugas negara. “Tugas Korpaskhas yaitu membina kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas operasi strategis, operasi khusus maupun operasi tempur lainnya sesuai kebijakan Panglima TNI. Oleh karena itu dengan tugas yang diemban Korpaskhas harus selalu mengikuti dinamika dan perkembangan situasi seiring berkembangnya pengetahuan dan teknologi informasi agar selalu profesional”, tambahnya.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. kemudian mengawali pembekalan dengan memberikan gambaran tentang permasalahan kebangsaan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Disampaikan bahwa meskipun TNI dan Polri di desain tusinya untuk bela negara namun bibit-bibit radikalisme bisa saja sewaktu-waktu tumbuh di instansi tersebut.

Didorong oleh pesatnya kemajuan informasi dan teknologi yang sedang terjadi saat ini, membuat cara mendapatkan informasi tidak terbendung, dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Informasi yang tak terbendung ini dapat menjadi celah masuknya paham radikalisme dan terorisme, sehingga siapa saja dapat terpapar termasuk anggota TNI/Polri jika tidak memiliki kemampuan filter konten di media sosial dengan kuat. Oleh karena itu, Kepala BNPT mengingatkan kepada para peserta untuk mengamati betul lingkungan sekitar termasuk di keluarga peserta karena jika TNI/Polri tercemar, tidak ada lagi yang dapat diharapkan untuk menjaga kedaulatan negara.

“Bangsa ini bukan punya kita melainkan punya anak cucu kita sehingga harus kita perhatikan betul. Tantangannya yang kita hadapi luar biasa, jika kita berbicara kebangsaan, mari kita gunakan hati, yang saya maknai sebagai akumulasi dari kejujuran dan kebenaran. Jangan sampai underestimate dan acuh dengan lingkungan sekitar kita, kita harus waspada dan punya naluri kebangsaan yang paling penting”, ujar Kepala BNPT.

Selanjutnya Kepala BNPT memberikan penjelasan mengenai program dan kegiatan yang selama ini telah dilakukan BNPT khususnya program deradikalisasi yang telah menarik perhatian komunitas internasional. Diharapkan peserta dapat terinspirasi dengan langkah-langkah pendekatan dengan hati atau soft power approach sehingga dapat memberikan inspirasi bagi para peserta untuk pola pikir bahwa terorisme jika dihadapi dengan kekerasan akan menimbulkan kekerasan baru atau ‘creating new cell of violence’.

Ditemui usai acara, Komandan Korpaskhas menyampaikan apresiasi yang mendalam mengenai pembekalan dari Kepala BNPT. “Prajurit Paskhas merupakan bagian dari TNI. Bersama Polri, kita ada di garda terdepan untuk membasmi radikalisme dan terorisme. Bagaimana kita melakukan tugas dengan baik jika kita sendiri belum mampu memahami dan mengendalikan lingkungan kita sendiri. Maka dari itu sangat perlu untuk setiap prajurit Paskhas agar di dalam dirinya dan keluarganya dapat mengantisipasi dari gerakan radikal dan teroris tersebut. Sehingga mampu melakukan tugasnya secara profesional. Baik prajurit maupun keluarganya harus bebas dari radikalisme dan terorisme” ungkapnya. Kedepannya diharapkan bahwa kegiatan serupa maupun dalam bentuk kerja sama lainnya dapat dilakukan secara sinergi dan berkelanjutan antara Korpaskhas TNI AU dengan BNPT.

Kepala BNPT lalu mengakhiri kegiatan kali ini dengan menyampaikan pesan kepada para pejabat pimpinan serta prajurit Korpaskhas yang hadir bahwa pembekalan ini merupakan upaya menguatkan daya tangkal para prajurit Korpaskhas juga keluarga dan lingkungannya terhadap ancaman radikalisme dan terorisme. “Garda terdepan penjaga Republik ini adalah TNI dan Polri. Kita harapkan dengan pemahaman yang utuh mereka bisa menjaga bukan hanya kesatuannya, juga keluarganya dan yang lebih besar menjaga negaranya”, ungkap Kepala BNPT di akhir kegiatan.