Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kecakapan berbicara di depan umum, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berkolaborasi dengan Tempo Institute mengadakan Lokakarya Public Speaking bagi Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan BNPT pada hari Selasa (7/10) dan Rabu (8/10).

Sebagai Badan yang menjalankan fungsi koordinasi, seluruh pegawai terutama pejabat yang menduduki jabatan strategis harus mampu menyampaikan pesan secara efektif. Hal lain yang mendorong urgensi diadakan kegiatan ini adalah menciptakan penerus masa depan BNPT yang handal dalam menyuarakan pesan damai kepada masyarakat.

Lokakarya diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Utama BNPT, Dr. A. Adang Supriyadi. Khususnya di era revolusi digital 4.0 saat ini dimana kualitas sumber daya manusia menjadi variabel penting untuk berkompetisi secara global. Menurut Sestama BNPT faktor 4C yaitu Critical Thinking, Colaboration, Communication, dan Creativity menjadi sifat-sifat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin masa kini.

“Di era revolusi industri 4.0 ini, public speaking is very important. Salah satunya persyaratan seorang pemimpin adalah meningkatkan kompetensi dan karakter contohnya dengan mengikuti short course seperti ini,” ujar Sestama.

Dalam Lokakarya ini, para pejabat Eselon III dan IV BNPT dibimbing langsung oleh pakar public speaking dari Tempo Institute. Di hari pertama, peserta diberikan materi oleh Riri Artamevia. Peserta diberikan seminar tentang komunikasi efektif dan metode mengatasi rasa takut serta gugup, bahasa tubuh dan vokal.

Tidak hanya itu, untuk memperdalam materi dan praktek, Prita Laura dan Wahyu Wiwoho turut hadir memberikan informasi public speaking kepada peserta. Suasana kondusif dan cerita tercipta dengan materi dan praktik yang dibagikan sesuai dengan kelompok-kelompok.

Di hari kedua, Joyce Manurung dan Prita Laura memberikan materi Persuasive Communications. Dalam sesi Komunikasi persuasif para peserta diajak untuk dapat memperlihatkan keyakinan diri dan sikap meyakinkan kepada audiens melalui elemen komunikasi verbal, vokal dan visual. Para peserta juga kembali diajak untuk mempraktikkan teori yang telah diajarkan.

Menutup Lokakarya, Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Hubungan Masyarakat, Bangbang Surono, Ak., M.M. berharap ilmu yang didapat selama 2 hari tersebut dapat membantu peserta mempersiapkan diri sebagai representasi BNPT di tengah masyarakat.

“Sebagai bagian dari BNPT kita harus mampu menyampaikan pesan damai dan mereduksi paham radikal. Agar kita terus bergerak merawat negeri ini sesuai dengan tugas, fungsi dan keahlian kita masing-masing,” ujar Karoren BNPT.

Berdasarkan hasil yang ditempuh selama 2 hari tersebut, Prita Laura salah satu narasumber utama lokakarya menaruh keyakinan kepada para peserta. Ia berharap semangat peserta dapat diimplementasikan pada saat pelaksanaan tugas manakala kemampuan public speaking dibutuhkan.

“Di hari kedua ada antusiasme dan umpan balik yang tinggi dari peserta, perkembangannya sangat terasa, peserta sudah memahami dan mencapai poin efektivitas berbicara di mana kita harus memperhatikan siapa audiensnya,” ujar Prita Laura.