Tanggal 14 Oktober adalah Hari Standar Dunia. Para anggota International Organization for Standardization (ISO), International Electrotechnical Commission (IEC) dan  International Telecommunication Union (ITU), memperingati Hari Standar Dunia sebagai bentuk penghargaan bagi ribuan orang yang tersebar di seluruh dunia yang telah terlibat dalam penyusunan standar, dalam rangka meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Indonesia yang diwakili oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), bersama dengan pemangku kepentingan berperan aktif di 250 Technical Commitee ISO dan di 49 Technical Committee IEC untuk merumuskan standar internasional.

Hari Standar Dunia tahun 2017 mengangkat tema Standard Makes Cities Smarter. Disadari bahwa kota merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Kota merupakan penopang utama perekonomian dunia. Kota selalu menjadi kawasan hunian favorit dan kota menjadi tujuan mengadu nasib untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Tidak mengherankan bila kota juga mengalirkan arus urbanisasi dan kota pun semakin padat. Sejumlah masalah mengemuka: kemacetan yang tak kunjung teratasi, banjir datang seolah begitu terjadwal, polusi, limbah, kriminalitas, biaya hidup yang terus meningkat dan sebagainya. Semua hal tersebut mempengaruhi kualitas hidup dan pembangunan berkesinambungan kota. Untuk itu maka membangun smart city harus menjadi pilihan.

Setiap kota menghadapi tantangan tersendiri untuk membangun smart city. Untuk menunjang dan menopang aktivitas warga dalam berbagai aspek, kota membutuhkan sarana dan prasarana mulai dari energi, persediaan air, jalan raya, transportasi, pemukiman, lahan hijau dan tak kalah pentingnya perlu memiliki ruh untuk mengisi dengan berbagai pengetahuan dan keahlian untuk memberikan produk maupun layanan terbaik untuk masyarakat dan stakeholdernya. Tidak hanya asal tersedia, sarana dan prasarana harus terencana, memenuhi kaidah best practices, save energy, terintegrasi,   dapat diakses dengan mudah dan terkoneksi satu dengan yang lain demi tercapainya kesinambungan kehidupan serta peningkatan kualitas kehidupan bagi warga kota.

Standar internasional termasuk Standar Nasional (SNI) memberi dukungan dan solusi untuk membangun smart city. Standar memuat persyaratan teknis tertentu yang telah disepakati bersama para ahli yang mewakili seluruh stakeholder. Standar dapat memberi panduan atau acuan penyelesaian atas permasalahan yang dihadapi guna menghantarkan suatu kota memberikan mutu layanan dan kinerja terbaiknya. Melalui sejumlah fungsi dan fitur yang dimiliki standar seperti mampu tukar, keterhubungan, kompatibilitas yang dimiliki, menjaga keamanan, keselamatan dan kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup, standar diharapkan mampu mendorong berbagai inovasi untuk perbaikan berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan kota. Standar bisa dikatakan menjadi tool atau panduan untuk menyelaraskan sarana dan prasarana kota sebagai satu kesatuan dengan aktivitas manusia dan kesinambungan lingkungan. Selain standar internasional ISO dan IEC, Indonesia juga merumuskan SNI terkait dengan pengembangan smart city baik dengan adopsi dari standar internasional maupun dengan pengembangan sendiri. Seperti ISO 37120:2014 Sustainable development of communities – Indicators for city services and quality of life dan ISO/TS 37151:2015 Smart community infrastructures – Principles and requirements for performance metrics.

Penerapan standar untuk membangun smart city sangat krusial mengingat jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat dan kota tetap menjadi pilihan penduduk bahkan diprediksikan mencapai 80% akan tinggal diperkotaan pada tahun 2040. Melalui penerapan standar pada pembangunan kawasan perkotaan, akan terjalin pertalian antara sarana kawasan perkotaan dengan manusia yang menghuninya. Dengan demikian, pembangunan berjalan senapas dengan peradaban dan kebudayaan sekaligus memberi makna dan manfaat untuk seluruh perikehidupan manusia dan lingkungan. Untuk itu membangun smart city menjadi suatu keharusan untuk terwujudnya masyarakat Indonesia yang handal dan sejahtera. Dengan Hari Standar Dunia, merupakan momen yang sangat tepat untuk menyebarluaskan tentang manfaat dan pentingnya standar untuk kehidupan yang lebih baik.

Beberapa standar yang relevan, antara lain

  1. Standar Nasional Indonesia (SNI)
  • Untuk mendukung smart card ada 12 SNI antara lain:
    • SNI ISO/IEC 7801-2015 Kartu identifikasi – karakteristik fisik
    • SNI ISO/IEC 10373-1-2013 Kartu identifikasi – metode uji – bagian 1 karaktersitik umum
    • Dll
  • Untuk mendukung smart information system
    • SNI ISO/IEC 27001:2013 sistem manajemen keamanan informasi
  • Untuk mendukung smart energy
    • SNI 8277 ; 2016 panduan komisioning pembangkit listrik tenaga mikro hidro PLTMH kapasitas hingga 100 kW
    • SNI IEC 61116:2015 – pedoman perlengkapan elekttromekanikal untuk instalasi mini hidro
    • SNI 04 -6953-2003 _ pembangkit listrik hidro skala kecil.
    • SNI IEC 61400-21:2016 – Turbin angin – Bagian 21: Pengukuran dan penilaian karakteristik kualitas daya dari turbin angin yang terkoneksi grid (IEC 61400-21:2008, IDT)
    • SNI IEC 61400-12-1:2016 – Turbin angin – Bagian 12-1: Pengukuran kinerja daya listrik yang dihasilkan oleh turbin angin (IEC 61400-12-1:2005, IDT)
    • SNI IEC 61400-2:2016 – Turbin angin – Bagian 2: Persyaratan rancangan turbin angin skala kecil (IEC 61400-2:2006, IDT)
    • SNI 04-3851.2-1995 – Sistem konversi energi angin. Bagian 2 : Pedoman pendekatan pengukuran kecepatan dan arah angin, perhitungan dasar untuk daya dan energi angin dan turbin angin
  • Untuk mendukung smart Tourims
    • SNI 8311:2016 – Usaha jasa perjalanan wisata
    • SNI 8364:2017 – Usaha restoran
    • SNI 8368:2017 – Usaha Spa
  • Untuk mendukung ketahanan menghadapi bencana:
    • SNI ISO 22301:2014 Keamanan masyarakat – Sistem manajemen kelangsungan usaha – Persyaratan (ISO 22301: 2012, IDT)
    • SNI ISO/PAS 22399:2012 Perlindungan masyarakat – Pedoman untuk manajemen kesiapsiagaan insiden dan kontinuitas operasional
    • SNI ISO 31000:2011 Manajemen resiko – Prinsip dan panduan
  • Untuk mendukung tata kota
    • SNI 8153:2015 Sistem plumbing pada bangunan gedung
    • SNI IEC 62305-2:2009 Proteksi terhadap petir – Bagian 2: Manajemen resiko
    • SNI 7391:2008 Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan
    • SNI 03-1733-2004 Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan
    • SNI 03-2453-2002 Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan
    • SNI 19-2454-2002 Tata cara teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan
    • SNI 03-6368-2000 Spesifikasi pipa beton untuk saluran air limbah, saluran air hujan dan gorong-gorong
  1. Standar internasional
  • ISO 37101:2016 Sustainable development in communities — Management system for sustainable development — Requirements with guidance for use
  • ISO 37120:2014 Sustainable development of communities — Indicators for city services and quality of life
  • ISO/TR 37150:2014 Smart community infrastructures — Review of existing activities relevant to metrics
  • ISO/TS 37151:2015 Smart community infrastructures — Principles and requirements for performance metrics
  • ISO/TR 21245-1:2016 Railway applications — Rail project planning process — Part 1: Stakeholders and their needs/interests
  • ISO/TR 21245-2:2016 Railway applications — Rail project planning process — Part 2: Conditions
  • ISO/TS 22163:2017 Railway applications — Quality management system — Business management system requirements for rail organizations: ISO 9001:2015 and particular requirements for application in the rail sector.