Bogor – Memasuki kegiatan pelaksanaan rencana aksi Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2019, Kementerian Agama yang diwakili oleh Muharam Marzuki selaku Kapuslitbang Kementerian Agama menyerahkan bantuan berupa 300 Alquran kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang diwakili oleh Sestama BNPT, Marsda Dr. A. Adang Supriyadi di Kantor BNPT, Sentul, Bogor pada Selasa siang (11/6).

Kementerian Agama memberikan bantuan Alquran dalam rangka kegiatan sinergisitas antar Kementerian/Lembaga. Langkah ini sebagai bentuk dukungan dan kontribusi untuk program yang dilakukan oleh BNPT. Kementerian Agama menyerahkan pembagian Alquran kepada BNPT untuk didistribusikan sesuai dengan daerah sasaran. Alquran akan diberikan ke Pondok Pesantren dan Masjid yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah dan Jawa Timur.

Sestama BNPT menjelaskan bahwa selain memberikan bantuan berupa Alquran, Kementerian Agama akan memberikan bantuan buku-buku bacaan yang dibutuhkan oleh para santri dan santriwati di Pondok Pesantren yang akan diberikan bantuan Alquran. Sestama BNPT juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kementerian Agama.

“Sesuai dengan program tahun ini ada di wilayah tiga provinsi, provinsi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah dan Jawa Timur bantuan Alquran ini akan diberikan sesuai dengan daerah yang sudah didiskusikan. Tidak hanya Alquran saja, Kementerian Agama akan memberikan buku-buku yang dibutuhkan oleh para santri. Nantinya Kementerian Agama akan menerima data mengenai buku yang dibutuhkan oleh para santri untuk diberikan. Tentunya kami sangat berterimakasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan oleh Kementerian Agama,” ujar Sestama BNPT.

Dalam wawancara, Kepala Puslitbang Kementerian Agama mengharapkan setelah bantuan diterima oleh para santri, mereka dapat belajar lebih giat tentang keagamaan dan lebih memahami mengenai agama yang mereka yakini.

“Kementerian Agama berharap penguatan atau pendalaman mengenai ilmu keagamaan para santri dan santriwati akan bertumbuh dan lebih memahami apa itu Alquran. Bahwa di Alquran tidak ada satu agamapun yang mengajarkan umatnya menjadi teroris, apabila kita salah dalam memahami Alquran dalam kehidupan sehari-hari, bisa jadi salah penafsiran Alquran. Oleh karena itu, dengan adanya penguatan dalam memahami dan mendalami Alquran, mereka dapat lebih memahami tentang agama yang mereka yakini,” tutur Kepala Puslitbang Kementerian Agama, Muharam Marzuki.