Jakarta – Guna memperkuat kerjasama internasional dalam menanggulangi terorisme secara komprehensif, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan nota kesepahaman dengan Filipina untuk membentuk suatu kerangka kerja dalam mengatasi gangguan keamanan dan kejahatan diantara kedua negara.

Nota kesepahaman antara Indonesia – Filipina dilaksanakan di Hotel Arya Duta, Tugu Tani, Jakarta Pusat pada Kamis (10/8/17) pagi, yang dihadiri oleh Kepala BNPT Komjen Pol. Suhardi Alius, M.H., Deputi Bidang Politik Luar Negeri Kemenkopolhukam Ludfi Rauf, Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral BNPT, Andhika Chrisnayudhanto dan Asisten Deputi Koordinasi Kerjasama Asia Pasifik Kemenkopolhukam Dr. Pribadi Sutiono. Selain itu, delegasi Filipina yang hadir diantaranya Chief of Mission Departemen Luar Negeri Filipina, Roy B. Ecraela, Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Internasional, Badan Anti-terorisme Filipina, Florentino P. Manalastas, Jr.

Dalam sambutannya Kepala BNPT menegaskan tujuan serangkaian perjanjian Indonesia–Filipina untuk meningkatkan kerjasama penanggulangan terorisme dengan para aparat keamanan, pertahanan, intelijen dan badan-badan penegak hukum dari kedua negara.

“Nota kesepahaman ini akan menyediakan kerangka kerja untuk kerjasama dalam mencegah, menekan, memerangi terorisme internasional dan kejahatan lintas negara,” tegas Komjen Pol. Suhardi Alius.

Selain itu pembahasan isu terkini tentang konflik di Kota Marawi, Filipina, juga akan menjadi pembahasan utama kedua belah negara. Pasalnya konflik di Kota Marawi telah menjadi kekhawatiran negara ASEAN dengan bahayanya militan ISIS yang bisa mengancam ke berbagai negara.

Delegasi Filipina menyambut baik perjanjian kerja sama ini. Pihaknya akan melakukan secara serius untuk bisa mencegah, menekan, dan memerangi teroris internasional dan kejahatan lintas negara yang terorganisir terkait dengan teror lainnya.