Jakarta – Aksi radikal terorisme dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, tak terkecuali moda transportasi. Untuk itu penanggulangannya membutuhkan keawasan dan kerja sama seluas-luasnya dalam mengantisipasi tindak pidana terorisme. Setelah menjalin kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, kali ini BNPT menjalin kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam sebuah nota kesepahaman.

Bertempat di Wisma Nusantara, lantai 22, Jalan M.H. Thamrin No. 59, Jakarta Pusat, penandatanganan nota kesepahaman digelar pada Jumat (20/12) siang. Dalam acara ini hadir sejumlah jajaran BNPT dan jajaran PT. MRT Jakarta. Adapun jajaran PT. MRT Jakarta dipimpin oleh Direktur Utama, William P. Sabandar, sementara jajaran BNPT dipimpin oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis dan Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol. Drs. Budiono Sandi.

Sebelum penandatanganan, acara diawali dengan sambutan dari Dirut PT. MRT Jakarta. Dalam sambutannya, Wiliam P. Sabandar mengatakan kerja sama dengan BNPT masuk ke dalam lingkup prioritas utama PT. MRT Jakarta yakni keamanan dan kenyamanan. Ia berharap kinerja dan pelayanan MRT dapat semakin prima ke depannya dengan jalinan kerja sama dengan BNPT.

“Kami berterima kasih kepada tiap pihak dalam pelaksanaan kerja sama ini. Selama 9 bulan kami sudah berjalan, pelayanan kepada masyarakat sangat erat kaitannya dengan keamanan. Kami juga sudah bekerja sama dengan pihak sejenis seperti Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Sebagai salah satu moda transportasi strategis kami mohon dukungannya agar sektor sekuritas dapat terjamin,” ujar Direktur Utama PT. MRT.

Perhatian dalam lingkup keamanan juga diamini oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis. Dalam sambutannya ia menyampaikan MRT sebagai moda transportasi baru Indonesia dan ikon kota Jakarta perlu memberikan pelayanan dan keamanan dari berbagai hal termasuk terorisme. Ia menyatakan kesiapan BNPT untuk turut berperan mewujudkannya.

“Sesuai dengan namanya, selaku Deputi yang membawahi pencegahan kami siap bantu cegah dan melindungi. Karena MRT sebagai salah satu objek vital juga rentan ancaman terorisme, kita harus tutup celah masuk dan perbaiki titik kelemahannya. Selain itu ancaman fisik, kita juga harus waspadai ancaman non-fisik yang bisa hadir dari pegawai kita sendiri. Jangan sampai ada pegawai yang terpapar justru menjadi titik kelemahan yang fatal,” ujar Mayjen TNI Hendri P. Lubis.

Tujuan dari Nota Kesepahaman tentang Penanggulangan Terorisme di MRT Jakarta ini agar dapat terjalinnya kerja sama dan sinergi dalam kebijakan penanggulangan terorisme di MRT Jakarta. Adapun ruang lingkup dari kerja sama ini meliputi:

  1. Analisis dan Evaluasi Penanggulangan Terorisme di Area Publik (Stasiun) dan Area Kerja (Depo) PT. MRT Jakarta;
  2. Penyusunan Standardisasi Penanggulangan Terorisme di Area Publik (Stasiun) dan Area Kerja (Depo) PT. MRT Jakarta;
  3. Latihan Penanganan Potensi Ancaman Pencegahan Terorisme di Area Publik (Stasiun) dan Area Kerja (Depo) PT. MRT Jakarta;
  4. Sosialisasi Pencegahan Terorisme di Area Publik (Stasiun) dan Area Kerja (Depo) PT. MRT Jakarta;
  5. Pertukaran data dan informasi dalam rangka penanggulangan terorisme;
  6. Kegiatan lain yang disepakati para pihak.

Ditemui usai penandatanganan, Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol. Drs. Budiono Sandi, M.Hum berharap tindak pidana terorisme tidak terjadi di MRT, namun melalui Kedeputiannya BNPT akan siap menanggulangi dan berkoordinasi apabila tindak terorisme terjadi. Hal ini merujuk pada tidak adanya jaminan kebersihan suatu tempat dari radikal terorisme.

“Upaya penanggulangan terorisme di tiap sektor masih panjang, tidak ada tempat di dunia yang bebas dari ancaman ini dan tidak ada yang bisa menjamin. Kami siap berbagi perkembangan terorisme di Indonesia, menyediakan pelatihan-pelatihan penanggulangan terorisme serta membuat standarisasi pengamanan area publik. Karena pada dasarnya kita memiliki impian dan cita yang sama dalam menciptakan Indonesia yang aman dan damai,” ujar Irjen Pol. Drs. Budiono Sandi.