Bandung-Tantangan terorisme selalu berjalan dinamis tidak hanya mengikuti perkembangan situasi global dan regional tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi. Saat ini pengaruh revolusi informasi melalui internet telah memunculkan transformasi bentuk baru terorisme di dunia maya.

Demikian salah satu pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Biro Umum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen TNI Dadang Hendrayudha saat memberikan ceramah di hadapan 129 Perwira Siswa Dikdandim pada kegiatan Pendidikan Komandan Kodim di Bandung, (07/08/2017).

“Tantangan terorisme hari ini menjadi sangat kompleks dengan pemanfaatan teknologi dan informasi oleh kelompok teroris, karena itulah dalam menanggulanginya tidak hanya butuh kemampuan fisik tetapi juga kecerdasan teknologi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa terorisme lama dengan pola perekrutan langsung dan tertutup memang masih berjalan, tetapi masifnya penyebaran propaganda dan rekrutmen melalui dunia maya patut juga menjadi kewaspadaan. Terorisme baru melalui dunia maya ini telah terbukti telah memakan korban dengan hadirnya fenomena serigala tunggal (lonewolf) dalam aksi terorisme di tanah air.

Karena itulah, Lulusan Akmil 1988 ini mengajak para perwira siswa Dikdandim sebagai calon Komandan Distrik Militier (Kodim) di masing-masing daerah harus mengetahui tantangan terkini ancaman terorisme baik modus, pola dan karakter gerakan kelompok terorisme, sekaligus harus kemampuan dalam bidang teknologi dan informasi. Kemampuan IT penting juga dimiliki oleh para dandim karena hal itu menjadi salah satu strategi pencegahan terorisme baru.

Selain itu, tugas pembinaan teritorial yang menjadi fungsi utama TNI sangat strategis dalam upaya pencegahan terorisme di daerah. Salah satu fungsi yang harus di tingkatkan di daerah adalah memperkuat kemampuan deteksi dini, kemampuan manajerial teritorial, pengawasan wilayah, dengan melakukan sinergi yang kuat dengan masyarakat.