Jakarta – Sinergi dalam upaya penanggulangan terorisme antar Kementerian dan Lembaga perlu konsisten dan nyata agar terasa kehadirannya di tengah masyarakat. Dalam hal ini, BNPT sebagai pemangku kepentingan penanggulangan terorisme terus menggandeng kementerian untuk dapat bekerja sama memberantas radikal terorisme. Kali ini BNPT bersama Kementerian Pertanian RI menetapkan kesepakatan bersama dalam lingkup sinergisitas dalam penanggulangan terorisme.

Acara Kesepakatan Bersama ini diselenggarakan di Ruang Bimasena, Hotel The Dharmawangsa, Jl. Dharmawangsa IX No. 14 Jakarta Selatan, pada Rabu (31/7). Jajaran BNPT yang hadir dalam kegiatan hari ini dipimpin oleh Sestama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi yang didampingi Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen. Pol. Drs. Budiono Sandi dan pejabat eselon 2 di lingkungan BNPT. Sementara Jajaran Kementan yang hadir dipimpin oleh Dr. Ir. Momon Rusmono, M.Sc.

Penandatanganan tersebut sebagai acuan kedua belah pihak dalam melakukan kerja sama melalui kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ruang lingkup Kesepakatan Bersama dalam penanggulangan terorisme di Indonesia. Tujuan kesepakatan bersama tersebut ialah untuk meningkatkan sinergitas kedua belah pihak sesuai tugas dan fungsi masing-masing pihak dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia.

Acara diawali dengan pembacaan naskah kesepakatan bersama yang kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dengan Kementerian Pertanian. Pelaksanaan kegiatan diatas diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan Sekretaris Utama BNPT.

Atas nama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama dan kontribusi yang telah ditunjukkan oleh Kementan RI sepanjang program Sinergisitas. Keaktifan dan dukungan lainnya yang telah ditunjukkan Kementan dalam program penanggulangan terorisme BNPT menunjukkan kerja sama telah terjalin sebelum adanya kesepakatan bersama.

Ruang lingkup kesepakatan bersama antara BNPT dan Kementan meliputi:

  1. Pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian dalam mendukung penanggulangan terorisme;
  2. Pembinaan sumber daya manusia pertanian sebagai upaya dalam mendukung penanggulangan terorisme;
  3. Pengawasan lalu lintas komoditas pertanian di tempat pemasukan dan pengeluaran dalam mendukung penanggulangan terorisme;
  4. Pertukaran data dan informasi dalam mendukung penanggulangan terorisme;
  5. Perumusan kebijakan penanggulangan terorisme di bidang pertanian; dan
    Kegiatan lain yang disepakati para pihak.

Dalam acara ini, Sestama BNPT melanjutkan kegiatan dengan memberikan paparan singkat tentang BNPT dan radikal terorisme. Hal ini terkait dengan tusi BNPT, program-program BNPT dan capaian BNPT. Terkait dengan radikal terorisme Sestama BNPT menjelaskan singkat bahaya dan tanda dan gejala adanya radikal terorisme.

Usai paparan, Sekjen Kementan RI, Dr. Ir. Momon Rusmono, M.Sc dalam sambutannya siap bersinergi dalam upaya penanggulangan terorisme. Menurutnya hal ini penting dilaksanakan untuk mencegah masa depan Indonesia yang tidak diinginkan.

“Dalam acara sekaligus silaturahmi ini kita diawali dengan paparan yang luar biasa dari Sestama BNPT. Tapi saya jadi terpapar, terpapar untuk semakin kuat untuk bersinergi dalam menanggulangi terorisme. Kita harus bersatu padu agar anak cucu kita ke depan bisa terhindar dari paparan, infiltrasi dan akibat terorisme,” ujar Sekjen Kementan RI.