Sukabumi – Polisi sebagai salah satu aparat penegak hukum perlu memahami bahaya radikal terorisme. Selaku aparat penegak hukum yang bersentuhan dengan masyarakat langsung hal ini menjadi bekal dalam mengantisipasi dan mengawasi gejala radikal terorisme. Sadar akan hal tersebut, Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. memberikan pembekalan bagi peserta didik Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-48 TA 2019.

Bertempat di Auditorium Setukpa Polri Anton Soedjarwo, Lemdiklat Polri Sukabumi, Jawa Barat, pembekalan diberikan pada Senin (23/9) pagi. Sebanyak 1500 peserta didik yang terdiri dari 134 Polisi Wanita dan 1366 Polisi Laki-laki menerima pembekalan bertema Kejahatan Terorisme dan Strategi Penanggulangan Terorisme di Indonesia.

Membuka kegiatan, Wakil Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), Kombes Pol. Drs. Eko Rudi Yuswanto memberikan sambutan. Dalam sambutan ia mengatakan pembekalan oleh Kepala BNPT merupakan akhir dari rangkaian pembelajaran sebelum pelantikan para peserta didik pada 30 September mendatang.

“Selamat datang dan apresiasi kepada Kepala BNPT yang berkenan dan menyempatkan hadir, peserta didik disini telah menempuh pendidikan selama 7 bulan sebelumnya, agar peserta dapat mengikuti dan menyimak dengan seksama,” ujar Kombes Pol. Drs. Eko Rudi Yuswanto.

Sebelum memulai Pembekalan kepada peserta, mantan Wakapolda Metro Jaya, Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, M.H. mengulang kembali perjalanan dirinya saat menjabat sebagai pemimpin di lingkungan Polri. Dengan knowledge dan skill, mantan Kapolda Jawa Barat tersebut berharap kelak para calon perwira ini memiliki jiwa kepemimpinan yang profesional, dan memimpin dengan hati.

Di hadapan peserta, Kepala BNPT memberikan penjelasan secara detail tak hanya mengenai moral kepemimpinan, namun memberi pembekalan untuk menyelesaikan masalah apapun yang terjadi di lapangan.

“Kalian adalah first line supervisor yang akan berhadapan langsung dengan massa untuk itu saya bekali bagaimana mengidentifikasi masalah radikal terorisme dan bagaimana cara menanganinya sehingga betul-betul di hadapan mereka nanti bisa berkontribusi apabila ada hambatan dengan pimpinannya,” ungkap Suhardi Alius kepada para peserta.

Tidak hanya itu, Kepala BNPT juga berpesan agar mereka memiliki sense of crisis dalam semua aspek yang punya implikasi. Akan lebih baik lagi apabila perwira memiliki naluri rasa kebangsaan dalam merespon dinamika di masyarakat dan peka terhadap perubahan dan kemampuan analisis dampaknya.

Wakasetukpa Lemdikpol Sukabumi, Kombes Pol Drs. Eko Rudi Yuswanto, mengapresiasi Kepala BNPT, Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, M.H. yang telah memberikan pemahaman dan informasi baru untuk calon Perwira Polri dalam menangani masalah radikalisme dan terorisme ke depannya.

“Terima kasih kepada beliau dimana ceramah tadi sangat menginspirasi dan memberikan gambaran serta pengetahuan kepada calon perwira angkatan 48 ini, mudah-mudahan apa yang disampaikan beliau tadi setelah mereka dilantik lulus dan turun di lapangan ini menjadi wawasan dan gambaran untuk mereka dalam menghadapi ancaman terorisme kedepannya,” ujar Wakasetukpa Lemdikpol Sukabumi.

Apresiasi pun juga datang dari peserta, dimana kinerja BNPT dengan keberanian dan pendekan soft approch yang ditanamkan oleh Komjen Pol Suhardi Alius, bisa menjadi role model pertama di dunia hingga ditiru oleh Negara lain.

“Satu pesan moral yang bisa kita ambil disini jadilah first line supervisor yang dapat menyentuh ke bagian dalam dari republik ini, dalam arti mungkin kita gak bisa sampai ke pelosok-pelosok seluruh Indonesia tetapi dimana kita bertugas, sebaiknya kita bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat-masyarakat yang selama ini seperti terabaikan. Dengan kita menyentuh mereka semoga wawasan kebangsaan mereka semakin berkembang, rasa cinta tanah air semakin berkembang, sehingga yang nanya paham paham radikalisme dapat kita kikis dari Indonesia,” ungkap Eva, Peserta Didik Polwan yang mengikuti Lemdikpol di Setukpa Sukabumi.