Jakarta – Tergerusnya wawasan kebangsaan dan bahaya radikalisme di kalangan masyarakat tidak bisa dibiarkan. Demikian ujar Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. ketika memberikan kuliah di hadapan Perwira Siswa Pendidikan Pengembanan Umum Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan 59 Tahun Anggaran 2018.

Kuliah yang diberikan kepada 100 Perwira Siswa (Pasis), mengangkat tema resonansi kebangsaan, bahaya radikalisme, dan pencegahan radikalisme. Kuliah tersebut berlangsung selama 5 jam, diselenggarakan di Graha Kualita Sespimma, Kebayoran, Jakarta, sejak Kamis (29/03) pagi.

Kedatangan Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius disambut oleh Kepala Sespimma Polri, Brigjen Pol. Syafril Nursal, S.H. M.H. Sebelum mengawali kuliah, Kepala Sespimma memberikan pengenalan kepada Pasis dalam sambutannya. “Beliau sebagai Kepala BNPT aktif memberikan pengabdian terhadap bangsa dan negara, salah satu Senior kita yang sangat berkompeten,” ujar Kepala Sespimma.

Dalam paparannya mantan Sekretaris Lemhannas tersebut menyebutkan pentingnya memiliki Sense of Crisis sebagai landasan kepemimpinan yang berbasis kebangsaan. Di tengah tergerusnya nilai kebangsaan masyarakat, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu memetakan ancaman kebangsaan. Terlebih dengan penggunaan media dan teknologi informasi yang menjadi celah masuk ancaman kebangsaan, yang salah satunya ialah terorisme dan radikalisme.

“Pemangku institusi kelak harus berani berinovasi, memetakan permasalahan, dan memberikan penanggulangan yang tepat. Hal ini tentu membutuhkan Sense of Crisis berbasis kebangsaan yang kuat. Khususnya dalam menggunakan teknologi dan media ini adalah beberapa aspek yang merubah dunia,” ujar Kepala BNPT.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri tersebut juga mengingatkan dampak negatif dari radikalisme dan terorisme. Dari paparan tersebut, para Pasis memahami peran Siswa Sespimma sebagai polisi yang ideal dalam menghadapi dan melakukan upaya pemberantasan radikalisme dan terorisme.

Ditemui di akhir acara, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. berharap agar Pasis Sespimma sebagai kader-kader di lapangan mampu memahami berbagai dinamika permasalahan sehingga penanganan yang diberikan juga memberikan solusi. Menurutnya, integritas juga tak kalah penting sebagai pola pikir dan pola tindak dalam menghadapi dinamika dan tantangan permasalahan di masa mendatang.