Bogor – Mahasiswa baru sebagai generasi penerus bangsa Indonesia diperlukan pengetahuan wawasan kebangsaan dan pembekalan tentang bahaya radikalisme serta bahaya terorisme, terkait hal tersebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H., diundang sebagai pembicara dalam Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sebanyak 4.500 mahasiswa mengikuti pembekalan Resonansi Kebangsaan dan Bahaya Radikalisme oleh Kepala BNPT di Gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga Bogor, Jawa Barat pada Selasa (14/8/2018). Dalam paparannya Kepala BNPT mengatakan para generasi muda harus memiliki sense of crisis dan mempunyai wawasan kebangsaan.

“Perlu ingatkan kembali segelintir anak muda mendeklarasikan sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 silam, untuk itu adik-adik jangan melupakan sejarah dan perjuangan pahlawan kita, “ucap Suhardi Alius.

Menurut mantan Sestama Lemhannas RI dengan kita mengingat sejarah, rasa nasionalisme dan Cinta tanah air akan tumbuh, sehingga jika ada perbedaan dan penyimpangan bisa lebih menyaringnya.

Tak lupa Suhardi Alius juga memberikan selamat kepada para mahasiswa baru yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri, sehingga Kepala BNPT mengingatkan untuk selalu bersyukur dan mengemban amanah sebagai mahasiswa yang bakal menjadi calon pemimpin masa depan.

“Kalian Harus bersyukur diterima di PTN, rasa bersyukur harus kalian tanamkan. Jangan sia-siakan, suatu keniscayaan kalian bisa menjadi pemimpin kelak, “kata Suhardi.

Sebelum membahas ke bahaya radikalisme Komjen Suhardi Alius memutarkan video pengakuan pelaku bunuh diri bom JW marriot tahun 2009.

“Adik-adik berikut adalah video pengakuan pelaku bunuh diri bom JW marriot, pelaku masih muda yang menjadi korban brainwash (cuci otak). Anak muda selalu menjadi sasaran kaum radikal untuk itu kita harus paham terkait bahaya radikalisme dan terorisme, ” tegas Suhardi.

Lebih lanjut, alumni Akpol 1985 memaparkan terkait benih-benih radikalisme itu muncul di lingkungan kampus.

“Adik-adik mahasiswa baru harus paham tahapan-tahapan radikalisme itu muncul. Perhatikan lingkungan sekitar kita harus pandai mengingatkan jangan apatis jika di sekeliling kita agak menyimpang, ” ucapnya.

Tahapan dari radikalisasi diantaranya berawal dari pra radikalisasi yaitu proses awal radikalisasi individu sebelum menjadi garis keras, Identifikasi diri yaitu individu mulai dimasuki ideologi radikal, Indoktrinasi mulai meyakini bahwa tindakan jihad dibenarkan untuk mewujudkan tujuan kelompok tersebut, terlahir kembali yaitu individu memasuki eksekutor teror.

Suhardi Alius berharap dengan pembekalan terkait wawasan kebangsaan para mahasiswa baru bisa paham terkait bahaya radikalisme dan para mahasiswa harus memiliki sense of crisis terhadap lingkungan sekitar.