Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III di Hotel Royal Kuningan Jakarta, selama empat hari pada tanggal 10 hingga 13 Desember 2018.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H, hadir memberikan sambutan dan sekaligus menutup kegiatan Rakornas III FKPT. Rabu (12/12/2018) sore, dalam sambutannya Kepala BNPT, mengatakan kegiatan rakornas penting dilaksanakan untuk mengevaluasi kegiatan yang dilakukan selama satu tahun ini, sehingga setiap masalah dan kekurangannya bisa diperbaiki di tahun selanjutnya.

“Penting buat kita rakornas ini untuk mengevaluasi kegiatan selama tahun 2018. Kalo ada kurang dan lebihnya apa yang kemudian kita persiapkan untuk introspeksi dan memperbaiki kedepannya,” ucap Suhardi.

Lebih lanjut, mantan Kadiv Humas Polri menegaskan setelah dilakukan rakornas pada akhir tahun, awal tahun 2019 BNPT bersama FKPT akan menggelar rakernas yakni mempersiapkan dan mematangkan program yang harus diperbaiki dan dilaksanakan selanjutnya.

Menurutnya, treatment yang dilakukan FKPT harus tepat sasaran apalagi terhadap generasi muda untuk menyebarkan pesan perdamaian di Indonesia.

“Sasaran kita contohnya adalah milenial yang mana artinya semua kita formulasikan kesana. Bagaimana kita mencari suatu treatment bagaimana anak muda kita yang milenial bisa mengerti terhadap pesan-pesan yang kita sampaikan yaitu untuk pencegahan, menanamkan mereka cinta tanah air sehingga tidak terpapar paham-paham tidak baik, ” tegas Kepala BNPT.

Perwakilan FKPT merupakan dari akademisi, tokoh masyarakat, tokoh perempuan yang terpilih secara demokratis. Suhardi Alius mengatakan terbentuknya FKPT sangat banyak manfaatnya yang bisa menjadi wakil-wakil di daerah untuk mengidentifikasi adanya paham radikal terorisme.

Di akhir sambutannya, Alumni Akpol 1985 berharap FKPT lebih dikenal oleh masyarakat dan mampu menggali potensi bahaya serta mengidentifikasi masalah radikal terorisme di daerah-daerah.

“Harapan ke depan mereka bisa lebih berkiprah lagi, lebih tersosialisasi dengan baik lagi apa itu FKPT kemudian untuk masing-masing segmennya entah itu dari perempuan, anak-anak, kemudian pemuda, akademisi, tokoh masyarakat, ” tutup Suhardi Alius.

Beliau juga tak lupa sampaikan apresiasi untuk 3 FKPT terbaik yaitu dari Jambi, Lampung dan Aceh.

“Selamat kepada FKPT yang terbaik, meraih sesuatu itu mudah namun mempertahankan yang sulit. Jangan berkecil hati untuk yang lain, semoga ini menjadi pemicu yang lain untuk bersaing yang sehat, ” ujar Suhardi Alius.