Jakarta – Menjadi pilihan rakyat untuk menduduki posisi pimpinan legislatif diharapkan memiliki pengetahuan yang luas akan permasalahan di tengah masyarakat. Radikalisme dan terorisme sebagai ancaman di bidang keamanan tak kalah pentingnya diketahui secara utuh oleh wakil rakyat. Karenanya, Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. mengisi kegiatan sekolah legislatif bagi calon anggota DPR RI terpilih partai NasDem 2019-2024.

Mengangkat tema “Resonansi Kebangasaan, Bahaya serta Pencegahan Radikalisme dan Terorisme”, Kepala BNPT memberikan paparan bagi puluhan caleg NasDem. Paparan tersebut terselenggara di Kampus Akademi Bela Negara NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (18/7) sore. Turut hadir dan menerima paparan adalah Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Di awal paparan Komjen Pol. Suhardi Alius mengingatkan pentingnya menjaga nasionalisme dalam diri dan di tengah masyarakat. Di samping itu, internalisasi nilai-nilai nasionalisme seperti Pancasila perlu dijaga di tengah modernisasi dan globalisasi yang sekaligus menggerus nilai nasionalisme.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak, dijelaskan mantan Sestama Lemhannas tersebut, memiliki posisi sebagai pasar bagi dunia, khususnya secara daring. Kemudahan akses internet dan aktivitas masyarakat Indonesia secara daring tersebut perlu diwaspadai untuk mencegah internalisasi nilai-nilai yang dapat memecah bangsa, seperti radikalisme. Hal ini yang diminta kepada para Caleg DPR RI agar diperhatikan, utamanya kepada generasi muda bangsa.

“Kita ini market untuk dunia, kemampuan saring informasi yang lemah dalam pendidikan karakter, serta internalisasi nilai nasionalisme menjadi vital. Ini menjadi salah satu dimensi kewaspadaan bagi anda selaku pemimpin rakyat, pahami bahwa media online adalah senjata yang signifikan, dan awasi aspek kemanan, jangan sampai kita dilucuti secara perlahan,” tegas Kepala BNPT.

Dalam segi keamanan, Kepala BNPT juga meminta agar seluruh peserta tidak segan-segan dalam membela negara. Kemajemukan masyarakat Indonesia yang wajib dipertahankan agar tidak tercerai berai oleh radikalisme dan terorisme.

“Peran anggota dewan di sini adalah miliki sense of crisis dan tanggung jawab moral. Dengan naluri kebangsaan, perhatikan gejala masalah dan implikasinya. Radikalisme dan terorisme adalah masalah yang ada di tengah kita dan dunia internasional. Namun setiap negara memiliki akar permasalahan terorisme yang khas dan berbeda,” jelas Drs. Suhardi Alius.

Di akhir acara, Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G. Plate, S.E. menyambut baik paparan yang diberikan Kepala BNPT. Menurutnya, para Caleg DPR RI Parta NasDem kini terbekali dengan pemahaman akan bahaya radikalisme terorisme secara nasional dan lintas nasional.

“Ini menjadi masukan yang bagus sekali bagi anggota kami, bisa memahami masalah radikalisme terorisme dengan perspektif yang lebih luas,” ujar SekJen NasDem.