Jakarta – Sinergitas dan kerja sama dalam skala global yang terjalin dengan baik, sangat dibutuhkan dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme. Sebagaimana kita tahu bahwa masalah terorisme dan radikalisme adalah tantangan yang dialami di seluruh belahan dunia, upaya untuk terus meningkatkan kerja sama antar negara menjadi krusial.

Untuk itu, Kepala BNPT Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., menghadiri undangan kunjungan kerja dari Kementerian Luar Negeri Jerman. Selama kunjungannya di Jerman, Kepala BNPT mengunjungi ke beberapa institusi pemerintahan Jerman, seperti Kementerian Dalam Negeri Jerman (Federal Ministry of the Interior), Kementerian Luar Negeri (Federal Foreign Office), Kepolisian (Bundeskriminalamt) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (BAHIRA Advice Centre) selama tanggal 16 – 18 Oktober.

Selama kunjungan kerja tersebut, Kepala BNPT didampingi Direktur Deradikalisasi, Prof.Irfan Idris dan Kasubdit Kerjasama Bilateral Amerika & Eropa, Wandi Andriano Syamsu, B.A. Kunjungan kerja tersebut meliputi pertukaran informasi dan pembelajaran kedua belah pihak terkait lembaga BNPT, masalah penanggulangan terorisme dan radikalisme.

Setelah dilakukan pemaparan mengenai BNPT, Vice President Bundeskriminalmt (BKA), Peter Henzler menyampaikan apresiasi terkait kebijakan pendekatan lunak (soft approach) BNPT yang dinilai komprehensif. Ia juga menyampaikan ketertarikannya untuk melihat dan meninjau langsung terkait pendekatan soft approach tersebut dalam kunjungan balasan.

Bundeskriminalamt (BKA) sebagai instansi yang mengkoordinasikan kerja sama yang menyelidiki kejahatan terorganisir internasional, terorisme dan lainnya yang berkaitan keamanan nasional. BKA kini terus berupaya memperkuat investigasi potensi terorisme berskala internasional.

Turut hadir melakukan kunjungan kerja dalam delegasi Indonesia yakni perwakilan Kementerian Luar Negeri, Prof. Irfan Abubakar, Direktur Studi Agama dan Budaya dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.