Semarang – Bandara menjadi lokasi strategis yang dituju kelompok teroris dalam melakukan aksi radikal terorisme. Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai leading sector penanggulangan terorisme, menggelar kegiatan Latihan Mitigasi Aksi Terorisme Integratif (Kementerian/Lembaga/Dinas/Instansi/Polri, dan TNI dengan Metode Practical Exercises (PE) dan Full Mission Profile (FMP) di Bandara Internasional Achmad Yani, Semarang, Jawa Tengah selama 7 hari.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan satuan-satuan tugas dalam menyamakan persepsi dan cara bertindak dalam pelaksanaan tugas, dengan menyatukan standar operasional prosedur dari masing-masing satuan menjadi sebuah sistem (one system procedure).

Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H., hadir sebagai inspektur upacara dalam upacara Penutupan Latihan Mitigasi Aksi Terorisme Integratif (Kementerian/Lembaga/Dinas/Instansi/Polri, dan TNI pada Rabu (31/10/2018) pagi. Upacara ini menjadi rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan peserta selama 7 hari.

Dalam sambutannya Kepala BNPT mengatakan kegiatan ini dapat membantu masing-masing kesatuan untuk dapat mengantisipasi segala ancaman dan gangguan keamanan di wilayah Semarang dan sekitarnya.

“Saudara-saudara semoga kegiatan ini dapat membantu kesatuan masing-masing untuk dapat mengantisipasi dan mewaspadai setiap ancaman dan gangguan yang menimbulkan instabilitas keamanan khususnya di wilayah Selatan dan sekitarnya, “ujar Suhardi Alius.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri mengatakan Kegiatan ini merupakan bentuk hard approach (pendekatan keras) dalam rangka penguatan bagi TNI, Polri, dan instansi terkait serta menjadi tanggung jawab segenap komponen bangsa dan negara sesuai dengan fungsinya masing-masing.

“Oleh sebab itu, sinergisitas antar instansi terkait menjadi penting termasuk di dalamnya mengintensifkan komunikasi antar Lembaga dengan saling menjaga kekompakan antara para peserta, ” ujar Komjen Suhardi.

Sambil mengakhiri sambutan mantan Sestama Lemhannas RI, berharap kegiatan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan para peserta dalam rangka pelaksanaan kesiap-siagaan nasional di bidang penanggulangan terorisme.

“Mudah-mudahan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita dalam rangka pelaksanaan kesiapsiagaan nasional di bidang terorisme, yang dapat diimplementasikan di instansi masing-masing, ” tutup Kepala BNPT.

Setelah upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi mitigasi aksi terorisme integratif tahun 2018 yang dilakukan di area Bandara Internasional Achmad Yani, Semarang. Dihadiri dan disaksikan langsung oleh Pejabat BNPT eselon 1,2, dan 3 BNPT, Gubernur Jawa Tengah, Kapolda Jawa Tengah, Pangdam IV/Diponegoro, serta pejabat wilayah Semarang lainnya.