Jakarta – Penguatan kerja sama penanggulangan terorisme dengan negara lain, didukung penuh oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingat tiap negara menghadapi isu radikalisme dan terorisme dengan akar permasalahan yang berbeda-beda. Untuk itu, kerja sama kolektif antarnegara dalam melawan bahaya terorisme yang mengancam perdamaian dunia menjadi aspek penting yang tak luput menjadi perhatian BNPT guna mendapatkan hasil yang lebih efektif dan menyeluruh dalam penanggulangan terorisme.

Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., menerima kunjungan Duta Besar Republik Sosialis Demokrasi Sri Lanka untuk Indonesia, H.E. Ambassador Ms. Yasoja Gunasekera yang hadir didampingi Minister Counsellor (Defense), Commodore Mahinda Mahawatte beserta staf pada Selasa (27/08) siang di salah satu Gedung Kementerian di bilangan Jakarta Pusat.

Didampingi oleh Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto dan Direktur Kerja Sama Bilateral, Brigjen Pol. Drs. Kris Erlangga A.W., Kepala BNPT menyambut hangat kedatangan H.E. Ambassador Ms. Yasoja Gunasekera yang berkunjung untuk memperkenalkan diri sebagai Duta Besar Sri Lanka yang baru untuk Indonesia.

Beberapa permasalahan yang dibahas dalam pertemuan ini meliputi isu-isu terkini mengenai radikalisme dan terorisme yang sedang dihadapi di masing-masing negara, khususnya pascateror yang terjadi di Sri Lanka di bulan April lalu. Tidak hanya itu, dibicarakan pula mengenai langkah-langkah strategis yang akan dijalin oleh kedua negara terkait penanggulangan terorisme kedepannya. Perluasan kerja sama penanggulangan terorisme tidak luput dari pembicaraan, mengingat telah disepakatinya Memorandum of Understanding tentang upaya penanggulangan terorisme antara kedua negara di tahun 2010.

Dengan pertemuan ini diharapkan kedepannya, komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin antara RI dan Sri Lanka terkait penanggulangan terorisme dapat dikembangkan dalam bentuk kolaborasi positif yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara. Hal ini menjadi kebutuhan untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan tidak hanya di tingkat kawasan namun juga di lingkup dunia.