Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara sahabat terkait upaya penanggulangan terorisme mengingat sifatnya yang merupakan kejahatan serius lintas negara. Selandia Baru telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia, dalam berbagai macam kepentingan salah satunya dalam upaya penanggulangan terorisme dan kekerasan berbasis ekstremisme tidak hanya secara bilateral namun juga di tingkat kawasan dan forum internasional.

Kali ini, Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. didampingi oleh Direktur Kerja Sama Bilateral BNPT, Brigjen. Pol. Kris Erlangga menerima kunjungan dari Duta Besar Roy Ferguson, Chargé d’affaires, a.i. dari Kedutaan Besar Selandia Baru di salah satu Gedung Kementerian di Jakarta (30/4).

Pertemuan yang diselenggarakan selama kurang lebih satu jam ini menjadi wadah pertukaran informasi mengenai isu terkini terkait radikalisme dan terorisme yang sedang dihadapi oleh kedua negara. Perbincangan hangat keduanya juga termasuk pertukaran informasi mengenai tindaklanjut dan perkembangan kerja sama yang telah dan akan dilakukan kedua negara melalui BNPT.

Meskipun belum memiliki payung hukum kerja sama penanggulangan terorisme, kedua negara telah melakukan kerja sama konkrit contohnya di bidang pelatihan dan peningkatan kapasitas (capacity building) juga di berbagai pertemuan resmi pada level bilateral dengan pembahasan mengenai strategi penanggulangan terorisme dilihat dari berbagai sektor.

Dengan pertemuan ini diharapkan kedepannya, komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan antara RI – Selandia Baru terkait penanggulangan terorisme dapat dikembangkan dalam bentuk kolaborasi positif yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara. Hal ini menjadi kebutuhan untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan tidak hanya di tingkat kawasan namun juga di lingkup dunia.