Moscow – Pada tanggal 17 – 20 September 2018 Delegasi BNPT mengadakan kunjungan kerja ke Moscow, Rusia. Delegasi dipimpin oleh Sekretaris Utama BNPT Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, ST., MM. Anggota delegasi terdiri dari Deputi Bidang Penindakan Brigjen Pol. Drs. Budiono Sandi, S.H., M.Hum., dan Direktur Pembinaan Kemampuan Brigjen Pol. Drs. Imam Margono dan pegawai lainnya.

Dalam kunjungan tersebut Sekretaris Utama BNPT menyatakan keinginan untuk dapat bekerja sama dan mengidentifikasi peluang – peluang program pelatihan (capacity building) yang dapat dilakukan oleh kedua negara. Selain hal tersebut, dalam kunjungan Sestama BNPT juga melakukan sharing informasi yang terkait dengan isu – isu terorisme yang menggunakan unsur CBRN (Chemical, Biology, Radioactive, Nuclear). Dr. A. Adang Supriyadi, ST., MM menjelaskan bahwa program kerja ini sebagai bentuk tindak lanjut Mou yang telah ditandatangani antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2007 lalu.

Dalam kunjungan tersebut Delegasi BNPT mengadakan pertemuan bilateral dengan Dewan Keamanan Rusia yang dipimpin oleh Asisten Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Alexander N Venediktov. Pertemuan tersebut dihadiri beberapa agensi di Rusia yang menangani masalah – masalah ancaman CBRN (Chemical, Biology, Radioactive, Nuclear) yaitu Dewan Keamanan, Kementerian Luar Negeri Rusia, Kementerian Situasi Darurat, Dinas Keamanan Federal (FSB), Kemeterian Dalam Negeri Rusia, Dinas Federal Pemantauan Bidang Ekologi, Teknologi dan Nuklir (Rostekhnadzor), Dinas Federal Pemantauan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Masyarakat (Rospotrebnadzor), Perusahaan Energi Atom Negara (Rosatom) dan Emercom.

Dalam pernyataanya, Alexander N Venediktov menyatakan bahwa Rusia terbuka atas berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama penanggulangan terorisme antara Indonesia dan Rusia. Termasuk di dalamnya ialah harapan BNPT untuk mengembangkan program-program peningkatan kapasitas (capacity building) terkait pencegahan penyalahgunaan bahan-bahan CBRN sebagai senjata.

Sekretaris Utama BNPT menyambut baik kerja sama tersebut dan akan menidaklanjutipada level selanjutnya guna mengidentifikasi bentuk dan spesifikasi pelatihan yang dibutuhkan. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai fasilitas milik Pemerintahan Rusia. Di antaranya ialah kunjungan ke Rosatom Technical Academy, Federal Medical and Biological Agency, dan Kementerian Keadaan Darurat.