Bonn – Dalam kunjungan kerja delegasi BNPT di Jerman, Kepala BNPT menyempatkan melakukan wawancara dengan Deutsche Welle (DW), sebuah perusahaan televisi milik Jerman berskala Internasional. Wawancara tersebut dilakukan pada Rabu (3/10) di Bonn, Jerman mengenai upaya penanggulangan radikalisme dan kerjasama Indonesia dengan Jerman.

Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. diwawancarai oleh Editor DW,  Hendra Pasuhuk. Dalam wawancara tersebut, Kepala BNPT mengungkapkan berbagai hal terkait upaya-upaya penanggulangan terorisme di Indonesia. Menurutnya, terorisme sebagai ancaman global tidak lagi dapat dilihat secara parsial.

“Radikal terorisme menjadi urusan global karena perkembangan Teknologi-Informasi yang saling mempengaruhi, berkesinambungan antar satu daerah yang terafeksi. Setelah rezim ISIS mengalami kemunduran, opsi mereka menjadi dua yaitu menetap di daerah sekitar Suriah atau pulang kembali ke negara asal, seperti Indonesia. Dan mereka pulang dengan ideologi yang keras,” ujar Kepala BNPT.

Ketika ditanya mengenai faktor-faktor yang menjadi kunci penanggulangan radikalisme, Kepala BNPT mengatakan akar permasalahan di setiap daerah menjadi salah satu kuncinya. Hal ini dikarenakan permasalahan terorisme yang dihadapi setiap negara berbeda dan dapat diidentifikasi.

“Di indonesia, radikal terorisme berkorelasi dengan aspek pemikiran agama menyimpang, aspek ekonomi, aspek pendidikan, aspek kesejahteraan, ketidakadilan dan lainnya, sedangkan di Jerman tidak pasti sama dengan di Indonesia,” jelas mantan Sestama Lemhannas tersebut.

Selain itu, Kepala BNPT juga menjelaskan bentuk konkrit kerja sama antara Indonesia-Jerman serta kebutuhan Indonesia dalam menghadapi arus radikal terorisme. Untuk mengetahui wawancara lebih lanjut, kunjungi video wawancara di sini.