Bogor – Pendanaan terorisme sebagai salah satu akar penyebab terorisme apabila ditelusuri dapat membantu mengakhiri aktivitas terorisme. Hal ini menjadi salah satu bagian dari kerja sama antara BNPT dengan PPATK dalam hal pemeriksaan pendanaan terorisme. Kali ini PPATK mengajak BNPT berkontribusi dalam perencanaan Terrorism Financing Information Sharing Platform (TFISP).

Hal tersebut dikemukakan dalam High Level Meeting tim Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ke Kantor BNPT pada Senin (3/9) pagi. Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H. dalam menerima tim PPATK didampingi oleh segenap jajaran BNPT yaitu Sekretaris Utama BNPT Marsekal Muda TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T. M.M., Deputi I BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Deputi II BNPT Brigjen Pol. Drs. Budiono Sandi, Deputi III BNPT Irjen Pol. Hamidin dan Inspektur BNPT Dr. Amrizal, M.M.

Tim PPATK dalam menyampaikan informasi mengenai perencanaan Terrorism Financing Information Sharing Platform (TFISP) dipimpin oleh Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin. Turut mendampingi Wakil Kepala PPATK Dr. Dian Ediana Rae, Deputi Bidang Pencegahan PPATK Muhammad Sigit serta Direktur Kerja sama dan Humas Firman Shantyabudi.

Paparan oleh PPATK tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada BNPT mengenai rencana pengembangan Platform atau sebuah media untuk berbagi informasi terkait pendanaan teroris. Disetujuinya platform tersebut menurut Kepala PPATK akan melahirkan komitmen tingkat tinggi atau antar pimpinan terhadap keberlangsungannya.

“Dari platform ini kita akan bertukar informasi, saran dan masukan dari BNPT, apa yang dibutuhkan BNPT ini akan kita coba salurkan dalam platform ini,” ujar Kiagus Ahmad Badaruddin.

Ditemui usai rapat, Kepala BNPT menyatakan dukungan pembangunan platform tersebut. Hal ini menurut mantan Sestama Lemhannas tersebut dapat memudahkan kinerja kedua badan negara dalam melaksanakan tugas. Terlebih Platform tersebut juga akan melibatkan lembaga dan instansi lainnya seperti Kepolisian, Densus 88, BIN dan Dirjen Imigrasi/ Kemenkumham.

“Terorisme itu bisa berjalan karena ada sumber keuangan, ini yang kita sedang kerjasamakan dengan PPATK. PPATK sebagai badan negara menjadi leading sector dalam masalah analisis pendanaan yang mencurigakan. Kita berkomitmen sharing informasi dalam platform tersebut, baik sifatnya perorangan atau korporasi,” ujar Kepala BNPT.

Menutup kunjungan, Kepala PPATK menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kerja sama BNPT dalam perencanaan platform tersebut.

“Alhamdulilah setelah bertemu dengan Kepala BNPT dan jajarannya sudah punya komitmen untuk membangun ini bersama, dan ke depannya akan ditindak lanjuti oleh level yang lebih teknis, dari BNPT ditunjuk ada 4 personil,” tutup Kepala PPATK.