Bima – Membangun silaturahmi demi kerja sama yang lebih baik dengan masyarakat terus digiatkan oleh Tim Sinergisitas 36 Kementerian/Lembaga. Dengan Pondok Pesantren Al-Madinah, sebagai salah satu pondok pesantren penerima bantuan di NTB salah satunya. Puluhan tokoh agama dan tokoh masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Al-Madinah berkumpul bersama perwakilan Kementerian/Lembaga bersilaturahmi bersama.

Berlangsung di Masjid Pondok Pesantren Al-Madinah, Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (11/9) siang, masjid dipadati puluhan tokoh agama, pimpinan pondok pesantren sekitar, dan tokoh masyarakat. Di antaranya hadir Camat Bolo, Mardianah, S.H. dan Ketua Forum Pesantren di Bima, Ustadz Syamsuddin Ahz, A.Ma.

Menyambut Ketua Tim Sinergisitas, Dr. A. Adang Supriyadi, serta perwakilan Kementerian/Lembaga, Ustadz Syamsuddin selaku Ketua Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSP) Kabupaten Bima, menghaturkan rasa terima kasih dan perhatian yang diberikan pada masyarakat Bima.

“Mudah-mudahan pertemuan ini bukan yang terakhir untuk merajut dan merekatkan anak bangsa. Karena utamanya silaturahmi bermuatan sangat baik, ada 3 hal, yakni memanjangkan umur, memudahkan rezeki, dan memudahkan segala urusan, demi kebersamaan dan persatuan untuk bangsa dan negara dan terbukanya pintu hati kita semua demi kemaslahatan umat,” tutur Ustadz Syamsuddin.

Ketua Tim Sinergisitas 36 K/L mengisi silaturahmi menyampaikan bahwa sesuai perintah negara menempatkan diri sebagai perpanjangan tangan kementerian/lembaga berniat untuk membantu Ponpes Al-Madinah dan warga sekitarnya menjadi suatu kampung madani. Kampung madani yang diharapkan dapat terwujud memiliki beberapa kriteria tersebut dapat terjalin dengan terbentuknya satu pemahaman oleh pihak kementerian/lembaga dan masyarakat.

“Jangan lihat kunjungan dan kehadiran kami dari sisi manapun, kami hanya berniat membantu di wilayah Bima. Silaturahmi ini akan menjadi wadah teman-teman Kementerian/Lembaga meninjau, melihat, dan merencanakan untuk kemudian hari, demi satu tujuan untuk mewujudkan Bima sebagai sebuah Kampung Madani,” ujar mantan Dosen Universitas Pertahanan tersebut.

Konsep kampung madani sebagaimana yang dimaksud oleh Ketua Tim Sinergisitas ialah kampung yang mandiri secara ekonomi, terbuka secara sosial, sejahtera, dan cinta tanah air. Sebagai bagian dari kampung madani, diharapkan pula lulusan santri dari pondok pesantren sekitar dapat menjadi juara-juara yang dapat membangun dan memajukan wilayah Bima menjadi lebih baik.

Dalam kunjungan ini, Dr. A. Adang Supriyadi, didampingi oleh Guru Besar Universitas Padjajaran bidang Hubungan Internasional, Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., Ph.D., dan Guru Besar UIN Makassar Bidang Syariat Islam, Prof. Dr. Irfan Idris, M.A. Mengisi Silaturahmi, Prof. Irfan Idris mengingatkan kepada puluhan tokoh yang hadir bahwa sebagai umat muslim memiliki peran dalam mewujukan kampung Madani. Peran tersebut ialah dengan menjadi warga kampung madani dengan keimanan dan takwa yang diiringi dengan rasa toleransi.

“Dalam proses turunnya manusia ke bumi kita ini sudah dibenci oleh iblis, iblis merasa dirinya paling hebat, namun Allah tetap menurunkan kita ke Bumi sebagai wakil-Nya. Mari kita melaksanakan tugas kita sebagai wakil-Nya, menciptakan kehidupan dan jauhi perasaan bahwa diri kita itu yang paling hebat, paling suci, paling benar. Ini adalah salah satu kriteria masyarakat Madani penebar kedamaian yang akan lahir dari pesantren-pesantren,” ujar Professor UIN Alauddin Makassar tersebut.

Silaturahmi dilanjutkan dengan tanya jawab antara tokoh agama dan masyarakat sekitar kepada Tim Sinergisitas K/L. Di penghujung silaturahmi, perwakilan dari Kementerian Agama dan Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan untuk Ponpes Al-Madinah. Sebanyak 100 Kitab Al-Quran dan 800 bibit ayam KUB telah diserahkan agar dapat memenuhi kebutuhan.