Bima – Sebagai upaya lanjutan dari kegiatan rencana aksi sinergisitas antar Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2019 yang telah direncanakan sebelumnya, Tim Sinergisitas beserta K/L terkait mengunjungi Pondok Pesantren Al-Madinah di Desa Kenanga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada Jum’at (17/5) siang.

Sekretaris Utama BNPT selaku Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, meninjau langsung lokasi rencana aksi tersebut bersama perwakilan dari beberapa K/L terkait meliputi Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian PUPR, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, Kemenko Polhukam, Kemenko PMK, Kemenko Perekenomian dan Kemenko Kemaritiman.

Sebelum menuju ke Ponpes Al-Madinah, BNPT yang diwakili oleh Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas memberikan bantuan berupa bahan pokok kepada Ustad Jabir Abdullah untuk disalurkan kepada para santri dan tenaga pengajar di Ponpes tersebut. Setelah memberikan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan dilaksanakannya prosesi peletakan batu pertama secara simbolis untuk mengesahkan dimulainya pembangunan Mushola Santri Putri Pondok Pesantren Al-Madinah. Mushola ini dibangun atas swadaya masyarakat di lingkungan Pesantren.

Kedatangan Tim Sinergisitas disambut oleh pendiri Pondok Pesantren Al-Madinah, Ustad Jabir Abdullah, serta Ketua Yayasan sekaligus pemimpin Ponpes Al-Madinah, Ustad Zauki. “Atas nama pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Madinah, kami mengucapkan terimakasih kepada Kementerian/Lembaga atas kesediaannya untuk membangun pesantren sehingga dapat digunakan sebagai modal untuk anak-anak agar bisa lebih nyaman belajar di pesantren ini,” ungkap Ustad Zauki saat menyambut kedatangan Tim Sinergisitas saat di Pondok Pesantren.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana menyampaikan bahwa bantuan yang telah disalurkan oleh K/L dapat bermanfaat dan kedepannya menjadi masyarakat mandiri. “Kami mempunyai niat tulus untuk bisa membantu saudara-saudara kami di Ponpes Al-Madinah agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Kebutuhan Ponpes ini akan kami analisis agar kemudian dapat kami penuhi. Nanti hasilnya akan kita evaluasi bersama dengan Menko Polhukam, mengingat ini perintah negara dan semoga bisa benar-benar menyentuh saudara-saudara di Ponpes Al-Madinah. Sehingga kedepannya saya berharap nantinya saudara-saudara dapat menjadi masyarakat yang madani,” tutur Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas.

Tahun ini menjadi tahun kedua bagi tim sinergisitas untuk melaksanakan kegiatan di Ponpes Al-Madinah. Pada tahun 2018 lalu, tim sinergisitas telah memberikan bantuan berupa pemenuhan sarana dan prasarana di lingkungan sekitar Ponpes Al-Madinah seperti membangun tiang bendera, melakukan renovasi Masjid dan asrama putri. Selain itu, diberikan pula pemahaman mengenai bahaya radikalisme dan terorisme melalui program kontra radikalisasi. Program kontra radikalisasi yang diberikan seperti kegiatan lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar (SD) dan Seminar Sehari yang diberikan oleh Lembaga Perhimpunan Da’i dan Ulama (LPDU).

Sebagai lanjutan pemenuhan sarana kontak di Ponpes Al-Madinah, Kementerian ESDM memberikan bantuan berupa pengeboran sumur untuk penyediaan air bersih yang akan selesai pada bulan Oktober tahun ini. Selanjutnya, Kementerian PUPR juga memberikan bantuan pemenuhan sarana kontak berupa pembangunan rumah susun sederhana di Ponpes Al-Madinah yang akan dihuni oleh para santri dan tenaga pengajar di lingkungan pesantren. Pembangunan rumah susun sederhana akan dimulai pada bulan Juni dan diperkirakan akan selesai pada bulan Desember mendatang.