Bengkulu – Pelibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan terorisme berangkat dari meratakan kesadaran masyarakat akan bahaya terorisme dan radikalisme. Dari kesadaran tersebut, kewaspadaan masyarakat meningkat serta dapat melakukan pecegahan dini. Hal inilah yang terus diupayakan BNPT dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Kali ini BNPT bersama FKPT Bengkulu melalui Workshop Lomba Video Pendek, BNPT mengajak masyarakat Bengkulu untuk berkontribusi melawan persebaran terorisme dan radikalisme.

Jajaran pejabat BNPT yang berkunjung ke Bengkulu meliputi Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., Sekretaris Utama BNPT, Marsma TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M., serta Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Ir. Hamli M.E., Ketua FKPT Bengkulu, Brigjen (Purn) Pol. Drs. M. Ruslan Riza, M.M. dan lainnya. Bertempat di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, pada Rabu(11/4) pagi, kegiatan workshop Lomba Video Pendek BNPT resmi dibuka dalam sebuah Upacara Kebangsaan.

Kepala BNPT Komjen Pol Drs. Suhardi Alius mengikuti upacara sebagai Inspektur Upacara Kebangsaan ‘Menjadi Indonesia’ bersama dengan FKPT Bengkulu serta Civitas Akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu. Dalam upacara tersebut Kepala BNPT mengumumkan dibukanya Workshop Lomba Video Pendek BNPT.

“Kami BNPT melihat adanya dampak positif dari Lomba Video Pendek BNPT maka kali ini kesempatan untuk anak muda melawan terorisme menggunakan video diadakan kembali. Tahun ini dengan mengangkat tema “Menjadi Indonesia” sangat tepat dilaksanakan di tengah semakin maraknya aksi yang mendegradasi kemajemukan Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga keutuhan negara ini”, ujar Kepala BNPT.

Upacara yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar dan civitas akademika tersebut dihadiri oleh beberapa elemen masyarakat Bengkulu. Di antaranya ialah Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. Sirajuddin, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Coki Manurung, Plt. Gubernur Bengkulu, Danrem TNI Bengkulu, serta Walikota Bengkulu.

Dalam upacara ini pula dilaksanakan Deklarasi Menjadi Indonesia oleh para pelajar yang mewakili Bengkulu. Muatan Deklarasi ‘Menjadi Indonesia’ mengajak pelajar untuk berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945 serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaaan dan NKRI, melawan hoax, terorisme, dan radikalisme serta menjunjung tinggi toleransi antar sesama.

Usai upacara, Kepala BNPT melanjutkan kegiatan dengan memberikan Kuliah Umum kepada ratusan mahasiswa IAIN Bengkulu. Kuliah umum bertajuk Resonansi Kebangsaan dan Bahaya serta Pencegahan Radikalisme tersebut disambut baik oleh Rektor IAIN Bengkulu. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sirajuddin mengapresiasi atas kesempatan menerima arahan dari BNPT terkait nilai kebangsaan.

“Kami berterimakasih atas kedatangan Kepala BNPT dalam memberikan kuliah umum dan restu Workshop Lomba Video Pendek BNPT yang kali ini digelar di kampus kami. Kuliah umum ini dirasa seperti angin segar dalam mengingatkan pelajar akan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan serta paparan anti terorisme,” ujar Rektor IAIN.       

Saat memulai Kuliah Umum, Kepala BNPT mengulas kembali peristiwa bersejarah di mana Presiden Soekarno sempat mengalami pengasingan di Bengkulu. Mantan Sekretaris Lemhannas tersebut mengingatkan pentingnya memahami nilai-nilai perjuangan dari sejarah menghormatinya dengan mempertahankan keutuhan dan kedamaian NKRI.

“Semangat nasionalisme Bung Karno perlu kita tanamkan dalam diri untuk menghadapi tantangan dan ancaman terhadap negeri tercinta kita ini. Sebagai pelajar Bengkulu yang kental dengan sejarah nasional harus mampu menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Agar perjuangan para pahlawan kita tidak sia-sia,” tutur Kepala BNPT mengingatkan.

Lebih lanjut, Kepala BNPT menekankan para pelajar untuk lebih bijak menggunakan gadget dan media sosial. Perkembangan teknologi yang pesat juga harus diiringi dengan akar nasionalisme yang kuat. Teknologi dengan segala kemudahannya juga dapat menjadi bumerang di mana dunia maya dipenuhi dengan konten-konten menyesatkan dan meresahkan keutuhan NKRI, seperti narasi bernada terorisme dan radikalisme.

“Jadilah bagian dari pertahanan nasional dengan memperkaya diri dengan nilai kearifan lokal dan idealisme untuk menghadapi gelombang globalisasi. Agar ketika kalian berselancar di dunia maya menghadapi konten pemecah bangsa seperti narasi terorisme dan radikalisme mampu memilah dan memilih, saring informasi sebelum sharing,” tegas Kepala BNPT.

Di saat yang sama, Workshop Lomba Video Pendek BNPT berlangsung di Auditorium Kampus IAIN. Workshop Lomba Video Pendek BNPT adalah metode yang dilaksanakan dari kegiatan pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme. Sekretaris Utama BNPT, Marsma TNI A. Adang Supriyadi meluangkan waktu memberikan pesan kepada para peserta. Ia mengajak para peserta agar memaksimalkan kesempatan workshop lomba video pendek ini. Menurutnya, selagi meningkatkan keterampilan, mengikuti lomba video pendek BNPT juga sebagai bentuk kontribusi melawan terorisme.