Palu – Program Sinergisitas antar K/L menjadi salah satu upaya mencegah terorisme melalui pendekatan humanis seperti pendekatan ekonomi, sosial maupun dengan dialog budaya dan lintas agama. Setelah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelibatan Secara Terpadu dalam Pelaksanaan Program Penanggulangan Terorisme di Provinsi Jawa Timur pada bulan April lalu, kali ini Sinergisitas 36 K/L kembali menggelar rapat serupa di Provinsi Sulawesi Tengah.

Bertempat di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu (19/06), rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Utama BNPT, Marsda TNI Dr A. Adang Supriyadi, selaku Ketua Pelaksana Tim Sinergisitas. Rapat kali ini dihadiri oleh Staf Ahli Kementerian PUPR, Ir. Luthfie Annam Achmad dan Kapuslitbang Kementerian Agama, Muharam Marzuki selaku narasumber serta pejabat perwakilan dari tiap Kementerian dan Lembaga terkait dan pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tengah menjadi kesempatan yang baik untuk menjalin silaturahmi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sasaran penerima manfaat.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Sulteng, Drs. Mohammad Nizam, M.H., menyambut dengan hangat kedatangan Tim Sinergisitas 36 K/L di Kota Palu. Mewakili kehadiran Gubernur Sulteng, Drs. Mohammad Nizam, M.H. memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Sinergisitas di Provinsi Sulawesi Tengah. Kebutuhan akan kerja sama antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai sangat dibutuhkan. Dijelaskan kemudian bahwa BNPT bersama satgas di daerah telah memfasilitasi kegiatan K/L di Sulteng. ”Sejumlah K/L seperti Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan saya berharap kementerian lainnya telah memberikan bantuan, semoga BNPT dapat optimal mendorong Kementerian lain untuk bersinergi sehingga tepat sasaran mencegah radikalisme dan terorisme,” ujar Staf Ahli Gubernur.

Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof. Dr. Irfan Idris, M.A. kemudian berkesempatan menjadi narasumber untuk menyampaikan pemahaman mengenai perlunya meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman bahaya radikalisme dan terorisme. Dijelaskan lebih jauh bahwa diperlukan peran serta masyarakat dan pemerintah dalam upaya deradikalisasi yang melingkupi aspek pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan karena masih ada stigma negatif yang berkemang di masyarakat bahkan melalui media sosial.

Selanjutnya, Agus Purwanto, S.H., M.A.P. selaku Kabag Data dan Pelaporan BNPT kemudian menyampaikan pemaparan terkait laporan program Sinergisitas yang mencakup tahapan kerja, penjelasan rencana aksi setiap K/L dan bagaimana implementasi kedepannya di wilayah sasaran. Diharapkan setelah berjalannya kegiatan ini, pemerintah di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dapat meneruskan secara mandiri program kerja ini sehingga dapat berkesinambungan di kemudian hari.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku SOP dan panduan rencana aksi kepada perwakilan dari Pemerintah Provinsi dan lima Kabupaten/Kota di Sulteng. Selanjutnya, diberikan pula bantuan berupa hibah Alquran secara simbolis oleh Muharam Marzuki selaku Kapuslitbang Kementerian Agama. Bantuan ini nantinya akan disalurkan ke Pondok Pesantren Hidayatullah dan Pondok Pesantren Wali Songo di Sulteng.

Ustad Mochtar Ghozali Marlan S.Pd.i, M.Pd.i, putra pendiri Pesantren Wali Songo 1, Poso, menyampaikan bahwa bantuan dari Tim Sinergisitas telah menyentuh warga ponpes dan berharap kedepannya Sinergisitas dapat lebih mengembangkan potensi ponpes. “Sudah sejak setahun yang lalu kami diberikan bantuan dari Sinergisitas berupa pembangunan kembali gedung MTs Wali Songo. Selanjutnya kami berharap realisasi dari program yang telah direncanakan. Kemudian dari segi potensi yang kita miliki, lahan yang begitu subur dan luas dapat dikembangkan sebagai kawasan agrowisata sehingga tampilan dan wajah dapat berbeda dari sebelumnya,” ungkap Ustad Mohtar Ghazali.

Ditemui usai rapat berlangsung, Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas, berterimakasih kepada segenap perwakilan dari K/L yang selama ini telah terlibat dalam suksesnya pelaksanaan program Sinergisitas. “Sinergisitas ini tiga provinsi sekarang ditambah Jawa Timur, sebelumnya hanya dua Sulteng dan NTB. Banyak diskusi yang kita terima dan akan menjadi catatan kita. Setelah tadi kita sampaikan rencana aksi dari masing-masing Kementerian dan Lembaga, yang penting sekarang tinggal realisasinya. Kalau memang belum maksimal tentunya kita akan rencanakan lebih baik lagi di tahun berikutnya. BNPT melalui Sinergisitas hanya mengoordinir, teman-teman yang dapat menyentuh dan memperbaiki kehidupan teman-teman yang perlu kita bantu,” ujar Sestama BNPT.

“Tugas kita di hulu (pemerintah) kita perbaiki dulu dan sekarang sudah baik. Konten sudah kita buat yaitu regulasi, SOP dan rencana aksi. Kemudian implementasi setelah itu tinggal diawasi, evaluasi dan monitoring terus secara kontinyu,” tambah Sestama BNPT saat menutup kegiatan kali ini.