Jakarta – Menanggulangi terorisme sebagai musuh skala global membutuhkan sinergi internasional yang kuat. Karenanya, terus mempererat hubungan antar negara kian menjadi kebutuhan kala menghadapi terorisme.

Menyadari hal tersebut, Kepala BNPT Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius dan Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral Kedeputian III BNPT, Andhika Chrisnayudhanto menyambut kedatangan representatif National Counterterrorism Center (NCTC) dan Kedutaan Besar AS bertempat di salah satu gedung pemerintahan, Jakarta, Rabu(23/8/2017).

Setelah Kepala BNPT mengunjungi NCTC di Washington DC pada Juli lalu, kunjungan balasan ini membahas perkembangan upaya-upaya penanggulangan terorisme serta kerja sama antar kedua belah negara mendatang.

NCTC yang sedang dalam kunjungan ke negara-negara yang menghadapi terorisme, mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan Indonesia dinilai unik dan dapat diterapkan pada konflik terorisme di Marawi, Filipina. Pernyataan tersebut didukung dengan upaya dan tingkat keberhasilan BNPT dalam menghadapi terorisme dan gelombang radikalisme.

Mengamini hal tersebut, mantan Kabareskrim Polri tersebut optimis dengan program-program BNPT sebagai langkah menanggulangi terorisme. “Kami memiliki program Deradikalisasi yang cukup sukses, upaya ini dapat dilihat pada desa asal mantan teroris di Medan dan Lamongan. Dan BNPT akan terus bekerja,” ujar Drs. Suhardi Alius M.H.

Kerja sama menanggulangi terorisme antara Indonesia dan Amerika sudah terjalun selama bertahun-tahun. Untuk mempererat hubungan, penyusunan dan pembentukan perjanjian bilateral antar kedua belah pihak akan dilaksanakan.