Jakarta – Fenomena radikal terorisme sebagai penyakit skala dunia yang dialami seluruh negara belahan bumi tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Keadaan ini mendorong kerja sama lintas negara untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Hal ini menjadi latar belakang dilakukannya penandatanganan kerja sama antara Indonesia – Maroko dalam bidang penanggulangan terorisme.

Bertempat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta Pusat, penandatanganan kerja sama berlangsung pada Senin (28/10) siang. Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius didampingi oleh jajaran BNPT, menandatangani perjanjian dengan disaksikan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Maroko, H.E. Nasser Bourita.

Tujuan dari perjanjian kerja sama ini adalah untuk memberikan kerangka kerja bagi kerja sama dalam mencegah, memberantas, dan menanggulangi terorisme di antara Para Pihak. Adapun ruang lingkup kerja sama Para Pihak meliputi kegiatan berikut:
1. Berbagi informasi tentang peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan strategi nasional yang terkait dengan penanggulangan terorisme.
2. Bertukar pandangan, pengalaman, pelajaran, dan praktik yang baik dalam menanggulangi terorisme.
3. Bertukar informasi intelijen di antara Para Pihak terkait dengan  terorisme dan kasus pendanaan terorisme, termasuk  foreign terrorist fighters.
4. Meningkatkan kerja sama antara institusi penegak hukum serta institusi lain dari Para Pihak dalam mencegah, memberantas, dan menanggulangi   terorisme termasuk pergerakan teroris lintas batas.
5. Memperkuat pengembangan kapasitas dan kemampuan melalui konferensi, seminar, lokakarya, program pelatihan, dan pendidikan.
6. Saling kunjung antarpejabat tinggi dan pakar.
7. Ruang lingkup kerja sama lainnya yang dapat disetujui oleh Para Pihak.

Menlu Retno Marsudi menyambut baik kerja sama yang terjalin antara BNPT dan Kementerian Dalam Negeri Moroko. “Kita juga membahas mengenai tantangan radikalisme dan terorisme global dalam kaitan ini saya menyambut baik bahwa dalam pertemuan kali ini Indonesia dan Maroko dapat menandatangani MoU on Countering Terrorism dan MoU mengenai pertukaran informasi intelijen keuangan terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme. Sebagai dua negara kita berkomitmen untuk mempromosikan wajah Islam yang moderat dan toleran, dan Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Retno Marsudi selepas prosesi penandatanganan MoU.

Dalam kesempatan yang sama, Menlu Maroko, H.E. Nasser Bourita menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra penting dalam rangka penanggulangan terorisme mengingat kedua negara memiliki banyak persamaan dalam aspek sosial budaya.

“Terutama dalam memerangi radikalisme dan lebih jauh lagi tentang penanggulangan terorisme, MoU yg kita tandatangani hari ini akan menjadi awal yg baik sekali untuk kerja sama yang intensif,” ujar H.E. Nasser Bourita.

Selain dengan BNPT, dalam kesempatan ini Pemerintah Maroko menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama dengan Instansi Indonesia. Di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.