Ternate – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara, Senin (28/8/2017), mengunjungi redaksi 2 media massa di Ternate, sebagai bagian dari kegiatan pelibatan pers dalam pencegahan terorisme. Bagaimana reaksi dua redaksi atas kunjungan tersebut?

Kunjungan ke redaksi media massa oleh BNPT dan FKPT Maluku Utara dikemas dalam Visit Media. Dua redaksi yang dikunjungi adalah Radio Diahi dan Harian Malut Post.

“Kami senang BNPT dan FKPT sudah sudi berkunjung ke redaksi kami, karena kami sadar betul seorang pewarta harus dibekali pemahaman tentang peliputan, termasuk ketika meliput kejadian terorisme,” kata Manajer Otorial Radio Diahi, Saiful Albar.

Melalui kunjungan BNPT dan FKPT, Saiful berharap awak redaksinya bisa belajar bagaimana melakukan peliputan dan memberitakan isu-isu terorisme dengan baik. Di antaranya, dia menginginkan redaksi Radio Diahi memperoleh tips bagaimana menghindari kesalahan dalam pembuatan berita sehingga menjadi hoax.

“Media selalu dituntut bisa melakukan edukasi, baik ke wartawannya maupun ke masyarakat. Di sini ada Dewan Pers, ada perwakilan BNPT dan FKPT, mohon bimbing kami agar tidak justeru menjadi pelaku penyebar hoax,” harap Saiful.

Redaksi media massa kedua yang dikunjungi BNPT dan FKPT Maluku Utara adalah Harian Malut Post. Redaktur berita politik dan kemasyarakatan, Awad Halim, menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kunjungan BNPT dan FKPT ke redaksinya.

Dalam sambutannya Awad menyadari pentingnya kompetensi wartawan untuk menghindari pemberitaan yang disajikan media massa pers menjadi hoax di masyarakat. Meski demikian, dia mengakui jika meningkatkan kompetensi adalah tantangan yang selama ini dihadapi media massa pers. “Oleh karena itu kedatangan BNPT, Dewan Pers dan FKPT ke sini,  kami harapkan bisa membagikan ilmu agar kompetensi awak redaksi kami semakin meningkat,” katanya.

Awad menambahkan, pihaknya siap bekerjasama lebih jauh dengan FKPT Maluku Utara sebagai representasi BNPT di daerahnya.

“Selama ini kami mencoba mengakomodir kegiatan FKPT ke pemberitaan, dan kami akan terus melakukan. Semoga bisa semakin baik ke depan,” tuntas Awad.

Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo, menyebut media massa di Maluku Utara, termasuk Radio Diahi dan Harian Malut Post, bertanggung jawab dalam memberikan edukasi ke masyarakat  melalui pemberitaan yang berimbang. Ini dimaksudkan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pers.

“Pers juga harus menjadi warning system bagi pemerintah sebagai lembaga independen untuk mengingatkan terkait masalah yang berkembang dalam masyarakat, termasuk isu-isu terorisme,” ungkap Yoseph.

Visit Media merupakan salah satu metode yang dijalankan dari kegiatan Pelibatan Media Massa dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah dialog Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat.

BNPT dan FKPT di 32 provinsi pada tahun 2017 juga menggelar lomba karya jurnalistik yang mengangkat tema kearifan lokal sebagai sarana pencegahan terorisme. [shk/shk]