Bandung – Tahun 2019 yang merupakan tahun politik tidak hanya diwaspadai oleh satuan keamanan, perhatian lebih juga diberikan dari seluruh elemen pemerintahan, tak terkecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kewaspadaan bersama ini tercurah dalam kegiatan Program Membangun Bangsa melalui Penguatan Sinergi dan Soliditas BUMN di mana Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. menjadi salah satu pembicaranya.

Bertempat di Sespimti Polri, Kayuambon, Lembang, Bandung, paparan disampaikan pada Minggu (10/03) malam. Paparan yang disampaikan oleh Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. dalam kegiatan ini ialah Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme. Selain dihadiri Kepala BNPT, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro dan Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri Lembang, Irjen Wahyu Indra Pramugari.

Sebelum memasuki sesi paparan, Menteri BUMN, Rini Soemarno menyampaikan pentingnya paparan kepala BNPT kepada Direktur Utama BUMN. Selain isu keamanan, tahun politik 2019 menerbitkan banyak masukan untuk BUMN.

“Kita akan menerima sosialisasi menghadapi terorisme karena mendekati 17 April kita menerima banyak masukan mengenai BUMN. Sebagai pimpinan perusahaan agaknya kita harus menyadari dan mampu bertindak menghadapi isu radikalisme,” ujar Menteri BUMN.

Memasuki sesi paparan, Kepala BNPT menjelaskan hal-hal yang menjadi penyebab radikal terorisme yang salah satunya ialah resonansi kebangsaan dan menipisnya nasionalisme di tengah masyarakat serta ancaman terorisme terkini yang memanfaatkan dunia maya. Penyebab-penyebab tersebut apabila tidak diiringi dengan kemampuan diri dalam menghadapi gelombang informasi.

“Infiltrasi bisa di mana saja kepada siapa saja. Jangan dianggap remeh, yang kita lawan ini ideologi. Kita dan lingkungan kita harus memiliki kemampuan filter dan verifikasi informasi, jangan mudah percaya apalagi terhadap yang merugikan kesatuan NKRI,” ujar Kepala BNPT.

Lebih lanjut, Kepala BNPT juga mengingatkan pentingnya peran BUMN sebagai penguat NKRI. Menurutnya, BUMN yang punya kepentingan untuk kemajuan negeri sendiri baiknya melakukan sinergi antar satu sama lain. Hal ini juga berlaku untuk bekerja sama melawan isu-isu pelemah keutuhan negara seperti radikal terorisme.

“Berbeda dengan swasta, BUMN ini berkepentingan untuk negara, harus bersatu dan bersinergi. Kalau BUMN kuat, kita juga jadi kuat dan maju. Peran pemimpin disini, kalau untuk kepentingan NKRI harus berani ambil keputusan, miliki sense of crisis dan kepekaan terhadap perubahan dan kemampuan analisa,” tutur Kepala BNPT.

Ditemui usai acara, Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan bahwa maksud mengundang Kepala BNPT pada acara tahunan BUMN ini ialah untuk memberikan gambaran ancaman terorisme terkini kepada para pimpinan. Paparan sosialisasi dari Kepala BNPT diharapkan dapat menjadi pemicu peran pertahanan BUMN di lingkungan BUMN dan sekitarnya.

“Ancaman kan bukan hanya krisis juga, tapi juga ancaman terorisme yang ternyata sangat besar. BUMN yang tersebar di seluruh pelosok negeri dengan jumlah karyawan mencapai 2 juta harus kita jaga dari awal, seperti yang Kepala BNPT katakan jangan berharap kita dapat menuntaskannya kalau hanya bertindak di akhir saja. Bukan hanya keluarga BUMN saja disini yang dilindungi, tapi dimanapun BUMN berada, lingkungan sekitarnya pun harus bersih dari terorisme dan narkotika,” ujar Menteri Rini Soemarno.

Dengan besarnya tubuh BUMN, Komjen Pol Suhardi Alius berharap para pimpinan BUMN yang hadir memiliki kemampuan identifikasi dan cara menghindarinya. Hal ini tak lain demi menciptakan BUMN yang steril untuk bagi seluruh anggotanya dan lingkungannya dari ancaman infiltrasi radikal terorisme.