Madrid (17/10) – Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen. Pol. Drs. Budiono Sandi yang didampingi oleh Direktur Penindakan dan Direktur Pembinaan Kemampuan, mengadakan kunjungan kerja ke Prancis dan Spanyol. Kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan pembinaan kemampuan di bidang KBRN (Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir) dan memperkuat kerja sama intelijen luar negeri. Kunjungan ini diadakan pada tanggal 14 sampai dengan 17 Oktober 2019.

Mengawali agenda kunjungan di Prancis, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan melakukan pertemuan dengan IRSN (Institute for Radiological Protection and Nuclear Safety). Kunjungan ini berkaitan dengan salah satu tugas dari Direktorat Pembinaan Kemampuan BNPT yaitu Pembinaan Kemampuan Aparat dalam bidang KBRN. Pertemuan ini membahas mengenai pola koordinasi dan penanganan manajemen respon antar-agency di Prancis. Indonesia dapat melakukan benchmarking terkait penanganan pertama pada aksi-aksi terorisme dan pola-pola kasus KBRN yang ada di Prancis. Salah satu studi kasus yang dibahas dalam pertemuan ini adalah emergency response pada penanganan instalasi nuklir di Prancis. Kunjungan Kerja BNPT ke Prancis sendiri merupakan salah satu bentuk implementasi dari MoU yang sebelumnya telah ditandatangani antara BNPT dengan IRSN.

Pada kunjungan berikutnya di Spanyol, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan mengadakan pertemuan intelijen dengan Centro de Inteligencia Contra el Terorrismo y el Crimen Organizado (CITCO), Madrid. Delegasi Indonesia diterima oleh Christina Andreu selaku Kepala Departemen Intelijen, Divisi Penanganan Teroris CITCO, didampingi para Senior Analis Intelijen. Pertemuan ini membahas bagaimana tingkat ancaman terorisme yang berkaitan dengan FTF, Returnees dan Kamp ISIS. Pertukaran informasi juga dilakakuan terkait kebijakan nasional dalam melakukan penanganan returnees ke negara asal dan bagaimana menghadapi ancaman tersebut. Dalam aspek penegakan hukum, Spanyol juga telah merevisi Undang-Undang Penanggulangan Terorisme pada tahun 2015. Hal tersebut berdampak pada jumlah penangkapan yang dilakukan oleh Spanyol termasuk penegakan hukum yang berkaitan dengan WN Spanyol yang berafiliasi dengan organisasi terorisme internasional seperti ISIS.

Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, BNPT ingin mendorong kerja sama antarlembaga kedua negara(Indonesia – Prancis dan Indonesia – Spanyol) mengingat terorisme sendiri merupakan isu internasional yang membutuhkan peran dan sinergitas hingga lintas internasional. Selain itu, sebagai koordinator penanggulangan terorisme di Indonesia, BNPT melakukan kunjungan kerja spesifik sesuai bidang pengembangannya sangat diperlukan. Kedepannya, pertemuan ini diharapkan mampu memberikan stimulus positif bagi BNPT dalam rangka pengembangan kapasitas dan pengembangan kerja sama intelijen luar negeri.(berty&dims)