Foto: Kris – Biro Pers Sekretariat Presiden

Bogor – Setelah membuka Lokakarya Terkait Penanganan Foreign Terrorist Fighters, Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius, M.H., dan Kepala National Coordinator for Security and Counterterrorism (NCTV) Belanda, Pieter-Jaap Aalbersberg, kemudian dilanjutkan agenda kunjungan menuju Istana Bogor untuk mendampingi Perdana Menteri Kerjaaan Belanda, H.E. Mark Rutte, bertemu secara resmi dengan Presiden Jokowi. Indonesia termasuk salah satu negara tujuan PM Kerajaan Belanda dalam rangkaian kunjungan ke Asia Tenggara dan Pasifik.

Setelah berkunjung ke Istana Bogor, lembaga penanggulangan terorisme kedua negara tersebut melaksanakan pertemuan bilateral yakni antara Kepala BNPT dan Kepala NCTV bertempat di Kantor BNPT, Kompleks IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Senin siang (7/10).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang pertukaran informasi terkait perkembangan terkini ancaman terorisme di masing-masing negara. Keduanya juga bertukar informasi mengenai strategi dan upaya yang telah dan akan dilakukan dalam menangani persoalan terkait. Pada kesempatan ini, kedua negara menyepakati untuk meningkatkan kerja sama melalui pelatihan bersama yang akan dibicarakan lebih lanjut oleh kedua pihak melalui jalur diplomasi.

Berbicara mengenai kelanjutan kerja sama RI-Kerajaan Belanda terkait penanggulangan terorisme, Kepala BNPT mengungkapkan bahwa realisasi kerja sama tersebut menjadi aspek yang paling penting tidak hanya sebatas perjanjian formal. “Kerja sama yang akan kita lakukan bukan hanya sekedar di atas kertas namun aktifitas yang betul-betul menyentuh, kita akan saling bertukar expertise agar saling berbagi bagaimana cara mengatasi permasalahan terorisme,” ungkap Kepala BNPT.

Selanjutnya terkait salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan ini yaitu mengenai bagaimana mengatasi kembalinya para deportan FTF, Kepala BNPT menilai bahwa program-program deradikalisasi metode BNPT bisa jadi pelajaran yang dapat dipelajari oleh berbagai negara, karena saat ini isu FTF telah menjadi perhatian dunia internasional.

“Kemarin NCTV sudah pernah mengirimkan perwakilan untuk berkunjung ke Sei Mencirim tempat BNPT Melakukan program deradikalisasi. Ini jadi salah satu bahasan di Belanda bagaimana kita mengimplementasikan pendekatan para kelompok FTF maupun eks-teroris agar tidak dimarjinalkan tetapi bagaimana berintegrasi sosial ke masyarakat,” ujar Kepala BNPT.

Hal ini sama seperti yang diungkapkan Kepala NCTV Belanda akan Kepala NCTV, “Kita senang ada hal baru yang kita akan bawa ke Belanda dan akan kita implementasikan disana. Fakta bahwa kita bisa belajar mengenai deradikalisasi dari Indonesia, Saya percaya bisa belajar mengenai dari kolega baik kita di Indonesia,” ungkap Pieter-Jaap Aalbersberg.

Pertemuan bilateral ini merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin dalam penanggulangan terorisme. Perlu diketahui sebelumnya bahwa BNPT dan NCTV telah memiliki Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dalam bidang kerja sama penanggulangan terorisme yang ditandatangani pada 19 Juli 2019. Beberapa implementasi MoU yang tercantum didalamnya adalah pertukaran informasi, pertukaran pandangan, pengalaman, pembelajaran dan praktik terbaik dalam penanggulangan terorisme. Selain itu, implementasi MoU pun berupa memperkuat pengembangan kapasitas dan kemampuan melalui penyelenggaraan seminar dan konferensi, pelatihan dan pendidikan.