Astana – Dalam upaya menanggulangi terorisme dan radikalisme sebagai masalah dunia, BNPT terus melaksanakan kerja sama antar negara. Kali ini BNPT menindaklanjuti Kesepakatan Kerja Sama Penanggulangan Terorisme yang terjalin antara Indonesia dan Kazakhstan.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH yang didampingi Deputi Kerja Sama Internasional BNPT, Irjen Pol. Drs. Hamidin dan Duta Besar RI untuk Kazakhsatan, H.E. Rahmat Pramono menemui Deputy Chairman National Security Committee Kazakhstan, Nurgali Dauletbekovich Billsbekov, yang didampingi Deputi Menteri Luar Negeri Kazakhstan dalam rangka Working Dinner antar kedua negara. Pada pertemuan hangat yang bertempat di Astana, Kazakhstan pada Rabu (24/01), kedua pejabat membahas perkembangan terorisme yang dihadapi masing-masing negara.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPT secara khusus memberikan penjelasan terkait pendekatan yang diterapkan BNPT dalam penanggulangan terorisme yakni Soft Approach. Soft Approach yang digunakan BNPT meliputi program deradikalisasi dan kontra radikalisasi yang kerap dilaksanakan di dunia maya.

Menanggapi penjelasan Kepala BNPT, Deputy Chairman National Security Committee mengaku terkesan dengan pendekatan lunak tersebut. Lebih lanjut, dirinya juga terkesan dengan penanganan kasus radikalisasi yang memanfaatkan media sosial.

Ditengah suhu cuaca -33 Celcius, kedua belah pihak bertekad untuk saling bertukar informasi dan pengalaman menanggulangi terorisme, khususnya mengantisipasi kembalinya Foreign Terrorist Fighters returnees. Sementara itu dengan Wakil Menteri Agama Kazakhstan, Kepala BNPT saling bertukar pengalaman dalam Countering Violent Extremism.