Surabaya – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaksanakan Rapat Koordinasi Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (14/2). Rapat dimoderatori oleh Eddy Purwanto, S.Pd. dan pengisi materi Agus Purwanto, S.H., M.A.P. selaku Kabag Data dan Pelaporan BNPT. Rapat dihadiri oleh perwakilan pejabat di Provinsi Jawa Timur, yaitu dari Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo, Bappeda Provinsi Jawa Timur, Kodam V/Brawijaya, FKPT Jawa Timur, Kesbangpol Surabaya, BIN Jatim, dan Dir Intelkam Polda Jawa Timur.

Dalam rapat ini dibahas tentang pelaksanaan program Sinergisitas antar K/L pada tahun 2018, serta rencana kegiatan Sinergisitas di tahun 2019. Kabag Data dan Pelaporan BNPT, Agus Purwanto, S.H., M.A.P. dalam pemaparan tersebut menguraikan informasi terkait dinamika terorisme secara global, data terorisme di dunia dan di Indonesia, akar permasalahan terorisme, peta jaringan serta pola penyebaran paham radikalisme di Indonesia.

Terkait dengan lokus Provinsi Jawa Timur, dalam rapat dibahas tentang rencana lokus kegiatan sinergisitas di 5 Kota/Kabupaten yaitu Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Sidoarjo. Rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga didukung dengan adanya aplikasi Simonsikat yang telah diwadahi oleh BNPT untuk memudahkan koordinasi, monitoring, dan pelaporan pelaksanaan kegiatan.

Disampaikan pula dalam rapat koordinasi tersebut akan kebutuhan-kebutuhan dukungan program sinergisitas antar Kementerian/Lembaga di wilayah Provinsi Jawa Timur. Adapun kebutuhan tersebut meliputi perlunya fasilitator daerah di tiap Kabupaten dan mekanisme pengajuan aksi atas kebutuhan kegiatan sinergisitas.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Timur selaku Wakil Satgas di daerah menyampaikan data sasaran yang mencakup nama dan alamat sasaran. Ia juga menambahkan strategi-strategi penanganan kegiatan melalui kontra radikalisasi, deradikalisasi dan pemenuhan sarana kontak.

“Terkait dengan kegiatan deradikalisasi, pihak kepolisian Jawa Timur juga telah melaksanakannya dengan adanya Satgas ‘quick win’ untuk memerangi tindakan terorisme. Namun pagu anggaran yang dimiliki oleh pihak kepolisian Jawa Timur untuk kegiatan ini masih terbilang sedikit,” ujar Bambang Agus S. dari Direktorat Kapolda Jatim, Kanit 3 Dir Intelijen.

Masukan terhadap pelaksanaan program Sinergisitas Antar K/L BNPT juga disampaikan oleh Bambang Agus S. dari Direktorat Kapolda Jatim, Kanit 3 Dir Intelijen. Menurutnya, terdapat beberapa daerah serta kelompok yang perlu mendapat perhatian program Sinergisitas.

“Lalu yang kedua, perlu ditambah daerah sasaran baru yaitu Kabupaten Magetan, Kabupaten Jember, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Bojonegoro yang berdasarkan data terdapat banyak mantan napiter yang tinggal di daerah-daerah tersebut. Ketiga, kegiatan Sinergisitas ini belum menyentuh para deportan di wilayah Jawa Timur yang berjumlah 205 orang, ini penting karena dianggap rentan dalam penyebaran pemahaman radikalisme di wilayah Jawa Timur,” ujarnya menambahkan.