Jakarta – Di akhir tahun 2019, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Rakornas yang digelar untuk ke-4 kali ini mengusung tema “Harmoni Indonesia” berlangsung di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Kamis (10/12) Malam.

Rakornas dihadiri para pejabat Eselon I, II , III dan IV di lingkungan BNPT, serta 256 anggota FKPT yang berasal dari 32 Provinsi di Indonesia. Rakornas diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 10 hingga 13 Desember 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, dan mengevaluasi program kegiatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui FKPT.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., hadir untuk memberikan sambutan sebagai pembukaan resmi kegiatan Rakornas FKPT IV ‘Harmoni Indonesia’ 2019. Dalam sambutannya, Kepala BNPT memberikan apresiasi kerja setinggi-tingginya kepada seluruh anggota FKPT sebagai mitra BNPT dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di setiap Provinsi.

“Kita sudah bekerja berat di tahun ini, dan di masa yang akan datang pekerjaan akan lebih berat. Dalam rakornas ini saya mengajak bapak dan ibu sekalian untuk mempererat silaturahmi dan koordinasi, kita evaluasi kinerja bersama dan susun kembali strategi pemetaan yang lebih optimal,” ujar Kepala BNPT.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil peneliatian FKPT Kearifan Lokal masih menjadi faktor daya tangkal yang kuat dalam membentengi penyebaran radikalisme. Kepala BNPT menjelaskan, kearifan lokal sebagai kekayaan bangsa sangat ampuh untuk menangkal radikalisme sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal. Untuk meningkatkan kearifan lokal ini, perlu adanya sinergitas yang optimal berbagai pihak. Kepala BNPT juga telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri agar pemerintah daerah bisa menginventarisir kembali kebudayaan lokal di wilayah mereka.

“Kearifan lokal ini kita sudah minta untuk diinvestarisir kembali. FKPT menjadi inisiator dalam hal ini. Dari kita sendiri juga sudah bersurat kepada Gubernur dan Pemerintah Daerah. FKPT dalam hal ini membuat terobosan untuk menginventarisir kearifan lokal, tolong dibantu oleh pusat agar ini bisa tercapai,” ungkap Mantan Kadiv Humas Polri sebelum menutup pidatonya.

Dalam Rakornas ini Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I., membacakan laporan pelaksanaan kegiatan Rakornas tahun ini. “Perlu disampaikan bahwa FKPT dalam keterlibatannya mencegah terorisme di daerah telah melaksanakan kegiatan sebanyak 160 kegiatan sudah dilakukan selama 9 bulan dari Maret sampai dengan November sepanjang tahun 2019,” ujar Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT.

Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I., berharap masyarakat luas betul-betul peduli dengan bahaya radikalisme maupun terorisme dalam hal ini dengan tidak apatis dengan perkembangan radikalisme. Dari segi kuantitas, tahun ini sebanyak 33.000 peserta telah disasar dalam program pencegahan FKPT, melalui pelibatan masyarakat dari berbagai unsur baik itu pemuda maupun perempuan, jurnalis kemudian peneliti akademisi sehingga apa yang kita lakukan itu sangat efektif untuk memberikan pengaruh kepada masyarakat dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana pentingnya pencegahan radikalisme terorisme.

Rakornas ini sekaligus menjadi malam Anugerah Indonesia Damai yang merupakan puncak penghargaan bagi Pemenang Lomba Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Inspiratif bagi Guru Agama, Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2019 bagi Jurnalis, dan Lomba Video Pendek bagi Siswa SMA/Sederajat tahun 2019. Lomba yang diadakan secara rutin oleh FKPT ini menjadi simbol partisipasi aktif masyarakat utamanya generasi muda dalam menyebarkan pesan damai sebagai benteng infiltrasi radikalisme maupun terorisme.

Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. bersama Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, dan Direktur Pencegahan, Brigjen Pol. Ir. Hamli, ME, memberi penghargaan dan hadiah kepada para pemenang di atas podium sebelum acara ditutup.