Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sebagai leading sector penanggulangan terorisme senantiasa berkomitmen untuk menjalin kerja sama dengan segenap Kementerian dan Lembaga untuk bekerja membangun negeri yang aman dan damai. Dalam menangani permasalahan terorisme dari hulu ke hilir tentu BNPT tidak bisa bekerja sendiri, perlu pelibatan aktif Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, dan organisasi masyarakat yang menjadi tumpuan terlaksananya Sinergisitas K/L Program Penanggulangan Terorisme yang dikoordinir oleh BNPT.

Selama tahun 2018 hingga 2019, Sinergisitas K/L telah melakukan banyak hal terkait penanggulangan terorisme melalui pola kegiatan kontraradikalisasi, deradikalisasi, dan pemenuhan sarana kontak yang terfokus pada tiga lokus kegiatan yaitu Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Jawa Timur. Berbagai pendekatan-pun telah dilakukan, baik melalui pendekatan secara ekonomi, sosial, dialog budaya, lintas agama maupun pemberian bantuan kepada organisasi kemasyarakatan, kelompok tani maupun nelayan.

BNPT selaku koordinator Sinergisitas K/L menggelar Rapat Koordinasi Finalisasi Rencana Aksi Sinergisitas Antarkementerian dan Lembaga Program Penanggulangan Terorisme di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 di Hotel Aryaduta, Jakarta (5/12).

Rapat ini diselenggarakan guna mendorong tiap K/L agar melakukan perencanaan yang lebih matang kedepan untuk menghadapi tahun 2020, agar pelaksanaan sesuai dan tepat dengan kebutuhan di daerah sasaran dan diselaraskan dengan program kegiatan masing-masing Kementerian dan Lembaga. Tiap K/L perlu melakukan tindak lanjut dengan membuat perencanaan dalam bentuk rencana aksi yang telah disepakati baik terkait bentuk program maupun lokasi kegiatannya. Rencana aksi yang telah disepakati tersebut nantinya akan dituangkan dalam lembar kesepakatan bersama di awal tahun 2020.

Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BNPT, Bangbang Surono, Ak., MM., mengawali acara dengan memberikan sambutan mewakili Ketua Pelaksana Sinergisitas yaitu Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi yang juga merupakan Sekretaris Utama BNPT. Dalam sambutan tersebut, Bangbang Surono, Ak., MM., menegaskan bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi peningkatan ancaman terorisme yang sangat serius, untuk itu diperlukan terobosan dan inovasi baru serta sinergi yang semakin erat serta program-program yang menyentuh langsung kelompok sasaran untuk menghadapi situasi tersebut.

“Tentu saja program-program tersebut dapat diperkaya dengan program lain, sepanjang bermanfaat dan bernilai tambah bagi program penanggulangan terorisme. Bahkan kami berharap K/L dapat secara mandiri mengalokasikan Pagu dalam DIPA untuk mendukung program penanggulangan radikal terorisme dengan inovasi-inovasi baru sesuai dengan tugas dan fungsinya di K/L masing-masing,” lanjutnya.

Usai memberikan sambutan, Karoren BNPT kemudian memberikan paparan terkait presentase pencapaian yang telah terlaksana masing-masing K/L di tahun 2019 beserta rencana aksi tahun 2020 yang harus di validasi oleh K/L. Diungkapkan bahwa finalisasi rencana aksi ini harus menimbang saran dan masukan kebutuhan daerah, pelaksanaan tersebut akan berhasil jika direncanakan dengan baik meskipun di tengah perjalanan kegiatan tersebut dapat di revisi karena harus adaptif dengan situasi terkini. Ditambahkan bahwa sejauh ini, program-program yang dilaksanakan telah diapresiasi dengan baik oleh penerima manfaat di wilayah sasaran.

“Dari hasil kunjungan Tim Sinergisitas di tahun 2019 ke wilayah sasaran di tiga Provinsi, para calon penerima manfaat dari sasaran kegiatan ini sangat antusias dan berharap banyak kepada pemerintah. Khususnya kepada Kementerian/Lembaga agar bisa memberikan bantuan secepatnya, sebagai contoh pembuatan sumur bor, perbaikan saluran air, perbaikan jalan, bedah rumah, bantuan bibit tanaman, hewan ternak dan sebagainya yang dapat memperbaiki taraf kehidupan mereka. Bantuan-bantuan tersebut sangat ditunggu-tunggu pada saat ini,” ungkap Karoren BNPT.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dimana perwakilan dari 22 Kementerian dan Lembaga yang hadir dalam rapat kali ini melakukan validasi atas rencana aksi yang akan diimplementasikan di tahun 2020. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mengutarakan jika ada permasalahan maupun hambatan dalam tahapan perencanaan dan pelaksanaan agar ditemukan solusinya.

Saat memberikan tanggapan terkait acara kali ini, Karoren BNPT berharap kedepannya dapat memperluas wilayah sasaran karena adanya masukan dari K/L terkait adanya potensi berkembangnya paham radikal terorisme di beberapa wilayah lainnya di Indonesia. Sementara itu, para K/L juga diminta secara aktif berpartisipasi sesuai tugas dan fungsi K/L masing-masing karena penanggulangan terorisme telah menjadi tanggungjawab bersama.

“Harapan kedepannya, tidak hanya mencakup di tiga konsentrasi wilayah sementara banyak dari peserta bertanya kenapa tidak dikembangkan ke wilayah provinsi lain yang berdasarkan informasi dan masukan dari K/L juga berpotensi paham radikal terorisme. ASN, TNI maupun Polri menjadi garda terdepan untuk menjaga bangsa ini tetap bersatu, ini tugas kita sebagai aparatur negara untuk tetap menjaga keutuhan bangsa ini. Bahaya yang sekarang sedang menggeliat atau menggejala adalah bahaya radikal terorisme, ini terjadi dimana-mana tidak hanya di luar negeri namun juga di Indonesia, sehingga kita harus aware dan harus segera waspada. Jadi tolong diporsikan untuk menjadi tanggungjawab bersama,” ujar Karoren BNPT saat menutup rapat koordinasi kali ini.