Bogor – Terorisme, radikalisme dan isu-isu lainnya yang mengancam persatuan bangsa adalah masalah yang terus dihadapi negara ini. Kenyataannya, masalah demikian terbukti merusak kedamaian secara global. Kendati demikian, Brigjen. TNI Dadang Hendrayudha menegaskan bahwa wawasan kebangsaan, kesadaran dan bela negara dapat berperan sebagai penggerus isu pemecah bangsa.

Itulah yang disampaikan Kepala Biro Umum(Karoum) Brigjen. TNI Dadang Hendrayudha dalam kegiatan Bela Negara di hadapan mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik(STIS) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik(BPS), Kamis(21/09/2017). Bertempat di Dodiklatpur Rindam Jaya Gunung Bunder, Bogor, Dadang hadir mewakili BNPT sebagai pemateri terkait kebijakan dan strategi pencegahan radikal terorisme.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Alumni Akmil tahun 1988B tersebut mengajak kemampuan para peserta agar lebih tajam dalam menelisik kegiatan berbau terorisme yang aktif tersebar di dunia maya. “Kalian yang rajin berselancar di internet, harus jeli dalam memahami konten. Zaman sekarang website, media sosial dan social messenger itu tempat beraktivitasnya paham terorisme,” tegasnya.

Merujuk pada latar belakang sosial dan profesi deportan ISIS yang diterbangkan dari Suriah beberapa minggu lalu, membuktikan bahwa siapapun bisa menjadi simpatisan, pendukung atau teroris. Karenanya, sejak dini generasi muda harus bijak dalam menghadapi keterbukaan informasi, khususnya di internet. “Jangan sampai kalian terpapar dan terbuai oleh paham seperti itu. Kalian harus bantu cegah diri sendiri dan kawan-kawan agar tidak mudah terbujuk konten radikal,” ajak Karoum BNPT.

Untuk memperkuat nilai kebangsaan, Jenderal Bintang Satu ini mengingatkan pentingnya implementasi bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan NKRI, mencintai sesama, meningkatkan kewaspadaan diri dan terhadap lingkungan, memperkaya pengetahuan bernilai kedamaian serta upaya lainnya dapat menjadi langkah awal implementasi bela negara.

Tak lupa, mantan Kasubdit Kontra Propaganda BNPT ini mengingatkan sejarah perjuangan berdirinya Indonesia sebagai bara motivasi bela negara. “Mari kita jaga Indonesia yang telah secara susah payah mencapai kemerdekaan, buatlah para pahlawan pembangun negeri ini bangga,” tutup Kepala Biro Umum BNPT.