Sidoarjo – Bukan lagi rahasia bahwa penanggulangan terorisme membutuhkan penanganan dari hulu hingga ke hilir. Hal ini berarti penanggulangan terorisme dimulai dari pencegahan, penindakan, hingga deradikalisasi bagi para narapidana terorisme. Untuk menjamin reedukasi yang utuh demi penanggulangan terorisme, perhatian terhadap keluarga napiter agar terhindar dari jaringan terorisme, reedukasi memerlukan dukungan dari tiap sektor masyarakat, utamanya unsur Negara. Hal inilah yang berhasil diupayakan BNPT dalam bentuk penyerahan Surat Keterangan Kewarganegaraan Indonesia untuk istri Umar Patek, Ruqayyah binti Husein Luceno.

Bertempat di Lapas Kelas I Surabaya, Jl. Pemasyarakatan No. 1, Macan Mati, Kebonagung, Kec. Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dilaksanakan pada Rabu (20/11) pagi. Penyerahan surat tersebut dilaksanakan langsung oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H., dan Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Tonny Nainggolan, Bc.IP, SH, M.H.

Surat yang menjadi landasan kegiatan ini merujuk pada terbitnya Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor M.HH-16.AH.10.01 Tahun 2019, tentang Kewarganegaraan Repulik Indonesia a.n. Gina Gutierez Luceno. Gina Gutierez Luceno yang sebelumnya berkewarganegaraan Filipina tersebut kini telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dalam nama Ruqayyah binti Husein Luceno.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Tonny Nainggolan mewakili Dr. Sri Puguh Budi Utami, Bc.IP., M.Si selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dikabulkannya permohonan kewarganeraan Indonesia Ruqayyah. Lebih lanjut ia juga menyampaikan adanya usulan pembebasan bersyarat untuk Umar Patek.

“Masa hukuman akan selesai di tahun 2024, untuk Umar akan diajukan usulan pembebasan bersyarat manakala terpenuhi persyaratan-persyaratan khusus. Kepada Kepala BNPT juga akan mengawal proses ini,” ujar Tonny Nanggolan.

Sementara itu Kepala BNPT dalam sambutannya menyampaikan titik henti penantian bertahun-tahun permohonan kewarganegaraan tersebut menjadi saksi keberhasilan program deradikalisasi. Sebagai program penanggulangan terorisme, pelibatan sinergisitas 36 K/L sangat berkontribusi terhadap pencapaian ini.

“Tanpa adanya pendekatan berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak, ini tidak akan tercapai. Keputusan ini telah melalui serangkaian pertimbangan berbagai stakeholders negara, tidak hanya BNPT dan Kemenkumham saja,” ujar Kepala BNPT.

Keputusan yang dimaksud ialah Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor M.HH-16.AH.10.01 Tahun 2019, tentang Kewarganegaraan Repulik Indonesia atas nama Gina Gutierez Luceno atau Ruqayyah binti Husein Luceno. Pengabulan permohonan kewarganegaraan Republik Indonesia dari Gina Guiterez tersebut berdasarkan pertimbangan kemanusiaan serta asas pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Komjen Pol Drs. Suhardi Alius juga mengatakan hal ini menjadi bentuk kehadiran negara terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Untuk selanjutnya, diharapkan penyerahan surat tersebut dapat dimaknai dengan utuh dan baik. Kiranya reintegrasi sosial dapat diharapkan tercermin dari seluruh WNI baik unsur pemerintahan maupun masyarakat.

Lebih lanjut, Kepala BNPT juga meminta agar Umar Patek berserta Istri dan keluarga dapat menjaga kepercayaan Negara serta senantiasa mencintai NKRI. Ia berharap Umar dan keluarga dapat terus mencerminkan nilai-nilai kebangsaan serta NKRI dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya betul-betul minta, dengan diberikannya surat keterangan ini, kepercayaan negara dapat betul-betul dijaga. Harus terus mampu memahami dan mencerminkan nilai-nilai kebangsaan dn NKRI dalam kehidupan sehari-hari baik di tengah masyarakat maupun di dalam lapas, sebagai wujud warga negara Indonesia sejati,” tegas Kepala BNPT.

Usai sambutan, Kepala BNPT beserta Kalapas Kelas I Surabaya menyerahkan surat keterangan WNI a.n. Gina Gutierez Luceno yang diterima langsung oleh Umar Patek. Hadir mendampingi Umar ialah istrinya, Ruqayyah binti Husein Luceno, ayah serta kakak dari Umar Patek.

Setelah menerima surat keterangan Umar Patek mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia nikmat yang sangat besar dengan dikabulkannya permohonan kewarganegaraan Indonesia. Merujuk pada salah satu Hadist, ia menyampaikan syukur kepada Pemerintah Republik Indonesia.

“Tidak bersyukur kepada Allah, siapa yang tidak berterima kasih kepada manusa. Untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah RI. Terima kasih kepada Kepala BNPT beserta timnya yang telah berjuang mengurus proses kewarganegaraan Istri saya. Insya Allah kami maknai ini sebagai suatu langkah hijrah dari Istri saya yang sebelumnya berdomisili Filipina, agar lebih nyaman beribadah. Istri sebagai motivator saya menuju kebaikan untuk semakin mencintai NKRI,” ujar Umar.

Umar Patek alias Hisyam juga menyampaikan harapannya ke depan. Ia berharap dapat menyadarkan kembali teman-teman bak yang belum maupun memiliki pemahaman terorisme.