Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) senantiasa melakukan diseminasi pengetahuan dan informasi kepada seluruh elemen masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme serta upaya untuk mengetahui indikasi dan pencegahannya.

Bertempat di Gedung Widya Mandala, Sekkau, Halim Perdanakusumah, Jakarta (11/06), Sekretaris Utama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi berkesempatan menyampaikan materi kuliah mengenai mengenai bahaya radikalisme dan terorisme serta pengenalan tentang struktur organisasi serta tugas dan fungsi BNPT di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau). Sebagai Center of Excellence, Sekkau merupakan lembaga pendidikan TNI AU yang melahirkan perwira TNI AU yang unggul di segala bidang yang dibekali oleh wawasan dan pengetahuan untuk menghadapi tantangan dan persaingan global di masa datang.

Sesi kuliah ini dihadiri oleh 73 Perwira Siswa (Pasis) Sekkau Angkatan 105 yang terdiri dari satu orang Pasis mancanegara asal Malaysia, 2 Pasis TNI Angkatan Darat, 2 Pasis TNI Angkatan Laut dan 69 Pasis TNI Angkatan Udara yang termasuk juga di dalamnya adalah 3 Pasis Wanita TNI Angkatan Udara.

Mengawali paparannya, Sestama BNPT mengungkapkan perkembangan radikalisme dan terorisme yang tidak cukup hanya ditangani sejumlah instusi pemerintah namun juga perlu kerja kolektif masyarakat atau civil society. Seiring mudahnya persebaran informasi dan teknologi, bahaya radikalisme dan terorisme yang mengancam juga merambah dengan cepat secara lintas negara. “Terorisme kejahatan yang tanpa batas di tingkat nasional, regional, dan global. Hingga perlu penanganan yang masif, dengan knowledge dan kerja keras,” ujar Sestama BNPT.

Selanjutnya, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi menjelaskan kepada para siswa mengenai peran dan tugas pokok dan fungsi BNPT dalam melakukan pencegahan tindak pidana terorisme yaitu meliputi kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Beliau menekankan betapa pentingnya pendekatan soft power sebagai landasan utama kerja BNPT karena hard power dinilai tidak efektif untuk menyelesaikan masalah radikalisme dan terorisme.

Mengenai struktur organisasi, dijelaskan kemudian bahwa BNPT juga senantiasa menjalin kerja sama antarkementerian dan lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah untuk bersama-sama menanggulangi terorisme, salah satu implementasinya adalah melalui Program Sinergisitas K/L dalam Penanggulangan Terorisme. Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi yang juga merupakan Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas K/L dalam Penanggulangan Terorisme, menyampaikan bahwa keberhasilan Program Sinergisitas ini telah berdampak secara signifikan, sehingga ditambahkan sasaran wilayah baru yaitu di daerah Jawa Timur.

Ditambahkan bahwa perluasan struktur organisasi BNPT yang kini sedang menjadi fokus, dinilai dapat meningkatkan kinerja menjadi lebih maksimal. Hal ini juga perlu diikuti oleh pengembangan di sisi teknis, khususnya di bidang teknologi informasi meliputi pembangunan command center dan pengembangan sistem IT berbasis geospasial guna mendukung kerja BNPT untuk pemberantasan radikalisme dan terorisme yang lebih efektif.

Di sesi terakhir penyampaian mata kuliah, Sestama BNPT menambahkan materi mengenai ‘Airforce Leadership’. Disampaikan motivasi dimana sebagai seorang perwira harus efektif dan senantiasa berkontribusi terhadap negara meskipun telah pensiun. “TNI harus tetap bersatu karena kita yang menjadi backbone. Sapta Marga setelah pensiun tidak boleh dilupakan.” tambah Sestama BNPT.

Kadisops Sekkau, Letkol Pnb Adhi Safarul Akbar, menyampaikan bahwa kedatangan BNPT sangat dibutuhkan guna meningkatkan pemahaman mengenai bahaya radikalisme dan terorisme, juga memberikan motivasi bagi para siswa yang kedepannya akan menjadi calon pemimpin TNI AU. “Para Pasis ini nantinya akan menjadi pemimpin nasional. Kami mengundang para pimpinan BNPT karena kami bisa mendapatkan informasi langsung dari sumbernya. Kemudian kami perlu profil BNPT untuk mempelajari bagaimana cara mereka menyelesaikan permasalahan di bidang terorisme. Tidak menutup kemungkinan permasalahan terorisme juga terjadi dalam skala kecil, oleh karena itu dengan bekal yang mereka terima hari ini, para siswa dapat melakukan identifikasi apakah hal tersebut mengarah ke tindakan terorisme atau tidak,” ungkap Kadisops Sekkau.

Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi kemudian memberikan apresiasi terhadap antusiasme para Pasis Sekkau Angkatan 105 yang cukup tinggi. “Saya menjelaskan tidak hanya mengenai bahaya radikalisme dan terorisme namun juga upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk menanggulanginya. Ini merupakan tugas pokok BNPT, sehingga kedepannya diharapkan tugas BNPT khususnya dalam pencegahan (terorisme) dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Tentunya saya harap dengan penjelasan saya tadi dapat diterima dengan baik. Saya juga tambahkan motivasi kepada para siswa agar menjadi perwira karier yang betul-betul siap menjalankan tugas negara,” ujar Sestama BNPT menutup kegiatan kali ini.