Bogor– Untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik para ASN dan CASN di lingkungan BNPT diberikan pembekalan serta pengarahan terkait reformasi dan birokrasi oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Marsma TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M selaku Ketua Pelaksana Reformasi Birokrasi BNPT. Kegiatan ini bertempat di Auditorium Gedung B, Kantor BNPT Sentul, Bogor pada Senin (7/5/2018) pagi.

Dalam paparannya Sestama menegaskan target kemampuan reformasi dan birokrasi yang harus dilakukan BNPT. Menurutnya reformasi dan birokrasi di lingkungan BNPT harus bisa 75 persen dari awalnya 67,44 persen.

“Saya hanya ingin meningkatkan supaya reformasi birokrasi BNPT bisa terbukti dengan peningkatan yang sudah saya sampaikan kepada Kepala BNPT dan jajaran eselon 1 dan II BNPT yaitu bisa mencapai 75 persen,” ujar Sestama BNPT.

Lebih lanjut, beliau juga mengatakan kini program dan kinerja BNPT kini telah diakui secara mendunia dengan keberhasilan yang dilakukan Kepala BNPT dalam memperkenalkan program-program kerja yang dilakukan BNPT dalam menanggulangi terorisme secara soft approach.

Untuk itu, Marsma TNI Asep Adang menilai semua pelaksanakan kegiatan harus berdasarkan bukti yang bisa dipertanggung jawabkan untuk meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan BNPT.

“Nah oleh karena itu, saya akan mencoba untuk bisa meningkatkan kegiatan dilakukan BNPT dengan berdasarkan bukti, karena kemenpan RB akan menuntut itu,” tegasnya.

Di akhir pembekalan Sestama berharap BNPT bisa meningkatkan akuntabiltas dan kinerja, hasil evaluasi reformasi birokrasi juga meningkat, serta dapat mencapai tunjangan kinerja sebesar 80 persen.

“ Harapan saya BNPT bisa masuk kedalam 10 besar kementerian/lembaga dalam melaksanakan reformasi birokrasi. Nah syukur-syukur nanti bisa meningkat lagi jangan  hanya 75 persen tetapi  bisa mencapai 80 tunkinnya,” tutup Sestama.