Jakarta – Guna memberikan wawasan tentang bahaya radikal terorisme di Indonesia, Kodiklat AU Sekolah Komando Kesatuan mengundang Sekretaris Utama BNPT, Marsekal Muda Dr. Adang Supriyadi, S. T., M. M sebagai pembicara dalam kegiatan Orientasi Matra, Passis Sekkau Angkatan ke-104.

Bertempat di Sekkau, Halim Perdanakusuma Jakarta, pada Selasa (27/11/2018) kemarin, Sestama BNPT memberikan materi tentang radikal terorisme dihadapan Passis Sekkau Angkatan ke- 104 Tahun Ajaran 2018. Mengawali paparannya Marsda Adang mengimbau agar kegiatan penelitian yang dilakukan Passis Sekkau menitikberatkan pada ancaman penyebaran paham radikal terorisme.

Menurutnya ancaman bahaya radikal terorisme itu bisa terjadi kapan dan dimana saja, diharapkan para Passis Sekkau mampu mencegah dan menanggulangi radikal terorisme.

“Perwira TNI AU harus mampu menghasilkan rekomendasi dalam bentuk pencegahan dan pemberantasan terorisme terutama kemungkinan adanya potensi ancaman di masa depan terkait dengan aksi teror yang menggunakan teknologi, “ujar Sestama BNPT dalam paparannya.

Sestama BNPT menjelaskan tugas Passis Sekkau juga harus paham terkait program penanggulangan terorisme sesuai dengan perkembangan zaman dan ancaman yang ada.

“Itu merupakan tugas dari para pemikir disini sehingga pemerintah dapat terus menyesuaikan kebijakan, strategi, dan program penanggulangan terorisme yang up to date, sesuai dengan perkembangan zaman dan ancaman yang ada, ” ujar Marsda Adang.

Sambil mengakhiri paparan, Marsda Adang juga menampilkan sejumlah video terkait radikal terorisme salah satunya pengakuan pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot Jakarta tahun 2009 dan video kekerasan kaum radikal.