Sentul – Sebagai badan negara yang mengurusi penanggulangan terorisme, BNPT kerap menerima kunjungan baik kunjungan kerja atau kunjungan menerima informasi dari berbagai institusi. Kali ini Sestama BNPT Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T., M.M., menerima kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa Sekolah Staf Angkatan Udara Angkatan ke-10 TP 2018.

Kunjungan ke BNPT tersebut dilaksanakan di Gedung A Kantor Sentul BNPT pada Selasa (25/9) pagi. Sebanyak 53 Perwira Siswa (Pasis) disambut oleh Sestama BNPT yang didampingi Inspektur BNPT Drs. Amrizal.

Pimpinan dari KKDN Pasis SESAU Angkatan ke-10 TP 2018, Marsma TNI Kusworo S.E M.M. mengawali kunjungan dengan memberikan sambutan. Ia mengatakan tema KKDN kali ini ialah melalui Kuliah Kerja di BNPT Meningkatkan Kesiapan TNI Polri dalam Pengamanan Terorisme. Dengan mengunjungi BNPT para Pasis diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan data serta memahami bahaya, upaya dan hambatan dalam menanggulangi terorisme.

“Diharapkan pembekalan yang diberikan Sestama dapat membantu Pasis memahami data, mekanisme data, prosedur pencegahan dan penanggulangan khas BNPT demi menambah wawasan Pasis yang lebih terarah dan menyeluruh,” ujar Marsma TNI Kusworo.

Menerima kedatangan kuliah kerja puluhan Pasis tersebut, Sestama BNPT memberikan sambutan sebelum memasuki sesi pembekalan. Sebagai bagian pembangunan TNI AU, usai kunjungan dari BNPT Marsda TNI A. Adang Supriyadi berharap soft skill Pasis dapat meningkat.

“Dalam proses pemantapan profesi ini diharapkan pembekalan yang diberikan dapat membuka dan menstimulasi logika dan cara berpikir cerdas, kita harus cerdas dan inovatif,” ujar Sestama.

Dalam paparannya, mantan dosen fakultas teknologi pertahanan UNHAN tersebut pertama-tama menjelaskan BNPT terkait struktur, tupoksi dan peran BNPT. Kemudian Dr. A. Adang Supriyadi menjelaskan terkait kebijakan, strategi dan program yang telah sukses diselenggarakan BNPT serta yang sedang dilakukan saat ini seperti program Deradikalisasi dan Sinergisitas 36 K/L.

Marsda TNI A. Adang Supriyadi mengingatkan para Pasis bahwa radikal terorisme nyata dan ada di sekeliling masyarakat bahkan lingkungan pendidikan. Hal ini dijelaskan ketika Sestama BNPT memaparkan definisi terorisme dan tahapan radikal terorisme. Untuk mengidentifikasi lebih lanjut, Sestama memperjelas seperti apa radikal terorisme yang mengancam persatuan bangsa.

“Radikal terorisme yang dimaksud ialah yang mengandung unsur anti NKRI, anti Pancasila, nilai-nilai takfiri dan intoleransi, ini yang harus diwaspadai keberadaannya,” ujar Dr. A. Adang Supriyadi.

Selain melakukan KKDN Pasis SESAU Angkatan Ke-10 TP 2018 juga melakukan kunjungan ke Kopassus, Korps Brimob dan Densus-88. Hasil dari kunjungan-kunjungan tersebut akan menghasilkan naskah seminar di akhir Oktober 2018.