Jakarta – Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga menjadi salah satu upaya BNPT meningkatkan daya tangkal masyarakat untuk mengantisipasi bahaya radikalisme dan terorisme dengan membangun potensi masyarakat melalui pengembangan ekonomi, sosial budaya dan keagamaan. Program-program pemberdayaan masyarakat harus dirancang sedemikian rupa agar efektif dan menyentuh langsung kelompok sasaran, namun hal ini juga .

Tim Sinergisitas K/L selama ini telah terjun langsung ke wilayah sasaran di daerah-daerah yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Jawa Timur. Pemetaan kebutuhan masyarakat hingga tahapan monitoring dan evaluasi implementasi di tahun 2019 telah berlangsung. Kedepannya, guna meningkatkan strategi dan kinerja menghadapi tahun 2020-2021, pemetaan permasalahan di lapangan harus segera dilakukan, sehingga K/L dapat menindaklanjuti dengan perencanaan yang tepat.

Hal ini menjadi landasan diselenggarakannya Rapat Koordinasi Penyampaian Kebutuhan Daerah untuk Kegiatan Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme di Hotel Milenium, Jakarta, pada Rabu (18/09) pagi. Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga yaitu Dr. A. Adang Supriyadi yang juga merupakan Sekretaris Utama BNPT.

Ketua Pelaksana Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga membuka acara dengan menjelaskan pentingnya sentuhan secara fisik melalui pembangunan infrastruktur. “Kita sudah tau mana tempat-tempat yang bisa disentuh, agar tepat sasaran dengan pendekatan fisik infrastruktur. Tapi yang harus diperhatikan, kita tidak bisa asal berjanji kepada kelompok penerima manfaat. Harus kita yang menilai, kita punya tim untuk deteksi daerah mana saja yang harus dibantu,” ungkap Dr. A. Adang Supriyadi.

Ketua Sinergisitas K/L kemudian menjelaskan terkait pencapaian dan perkembangan pembangunan sarana dan prasarana yang sedang berlangsung di wilayah sasaran. Kemudian Dr. A. Adang Supriyadi menyampaikan pesan agar rencana yang dibuat oleh K/L betul-betul mengena, meskipun program yang diterapkan termasuk sedikit tapi terarah. “Kalau memang tidak memungkinkan tahun ini, bisa tahun depan di realisasikan. Meskipun sedikit yang dapat kita bantu tapi harus berdampak sangat besar, mari kita susun pelan-pelan mudah-mudahan mereka jadi masyarakat yang penuh dengan kemandirian dan maju,” ujar Dr. A. Adang Supriyadi.

Selanjutnya Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Hubungan Masyarakat BNPT, Bangbang Surono, Ak., MM., memberikan arahan kepada perwakilan K/L yang hadir terkait tata cara mekanisme penyusunan kebutuhan sasaran, sejak proses pengumpulan kebutuhan di tingkat Kabupaten oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah untuk dilaporkan kepada BNPT sebagai koordinator kegiatan Sinergisitas hingga nantinya diteruskan kepada K/L terkait untuk selanjutnya disusun sebagai rencana aksi.

Bangbang Surono, Ak., M.M., kemudian menjelaskan bahwa program inisiasi BNPT ini telah menjadi salah satu contoh program lintas sektoral yang efektif karena pelibatan sinergi seluruh K/L, permasalahan radikalisme dan terorisme dapat ditangani secara efisien dan menyentuh masyarakat secara langsung. Sehingga tiap K/L diimbau untuk secara kontinyu melakukan koordinasi untuk menyampaikan program-program dan kebutuhan kelompok sasaran agar dapat terakomodir oleh K/L sesuai bidang masing-masing.

Menutup kegiatan, Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Hubungan Masyarakat BNPT sangat apresiatif terhadap masukan yang diberikan oleh perwakilan K/L. “Para Kepala Biro Perencanaan dari berbagai K/L hadir untuk menyusun rencana kegiatan yang akan kita lakukan di tahun 2020-2021. Kita sertakan rencana hingga tahun 2021, supaya kita bisa curi start, agar lebih baik pelaksanaannya dan lebih terencana lagi. Sudah banyak masukan dari K/L, semuanya antusias dan saya secara pribadi maupun lembaga berterimakasih atas dukungan penuh dari tiap K/L dalam mendukung program sinergisitas K/L yang terus digelorakan BNPT. Ini menjadi kewajiban kita untuk menanggulangi terorisme di Indonesia,” ungkap Bangbang Surono, Ak., M.M., saat mengakhiri kegiatan kali ini.